Kenali 9 Tanda Orang Tua Narsistik Yang Sering Tak Disadari

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Tak jauh beda dari arti kata 'narsis' dimana tanda orang tua yang memiliki karakter narsistik ini sering mementingkan gaya dirinya pribadi.

INDIFFS.COM – Perlu diketahui beberapa tanda orang tua yang memiliki karakter narsistik. Bukan hanya soal ekspose keseharian anaknya, terlebih ini sangat berpengaruh pada kondisi psikologi anak.

Memang ada banyak sikap yang dimiliki orang tua saat mendidik anak. Termasuk pada orang tua yang memiliki karakter narsistik ini.

Orang tua yang memiliki kepribadian narsisistik ini sering mengekspos anak mereka. Orang tua narsisistik juga menggunakan banyak permainan pikiran untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Tak hanya itu, orang tua narsisistik sering berbeda karakternya ketika berada di Dunia luar maupun di dalam.

Terkadang ia akan menjungjung tinggi nama anaknya ketika berada di lingkungan luar, dan menyalahkan anaknya ketika berada di dalam rumah. Tentunya, sikap orang tua seperti ini sangat membingungkan sang anak dan bahkan bisa membuat anak depresi.

Tanda-tanda Orang Tua Narsistik

Ketahui beberapa tanda orang tua yang memiliki karakter narsistik yang sangat berpengaruh bagi konsdisi psikologi sang anak.

1. Melampiaskan Ambisi Melalui Anak

Mendidik anak menjadi seorang yang sukses adalah impian bagi setiap orang tua. Namun berbeda dengan orang tua yang memiliki karakter narsistik. Ia cenderung akan terlalu ambis dan menuruti apa kata egonya agar anak bisa sukses.

Mereka juga berharap anaknya sukses sesuai dengan ekspektasi tinggi untuk mengikuti ego orang tua.Melampiaskan cita-cita terpendam yang tidak kesampaian dan berharap sang anak bisa mencapainya untuk mereka serta menambah kepercayaan diri orang tua. Padahal, anak bisa sukses dengan jalan yang berbeda-beda dan tidak harus sesuai dengan egonya sang orang tua.

2. Cenderung Mengatur Anak

Orang tua yang narsistik sering ditandai dengan cara mengatur anak yang cenderung berlebih. Orangtua narsistik lebih menaruh harapan bukan untuk kebaikan anak, tetapi untuk memenuhi keinginannya sendiri. Ia membesarkan anaknya hanya untuk menjadi perpanjangan dari keinginan pribadi orangtua.

Selain itu, mereka juga tidak mau mendengarkan keinginan atau harapan anaknya. Akhirnya, anak tidak bisa menjadi dirinya sendiri.

3. Merasa Diri Paling

Salah satu ciri khas orang tua yang memiliki kepribadian narsistik ini adalah merasa bahwa ia paling superior. Bahkan ketika hadapan anak, ia selalu memposisikan dirinya sebagai yang paling benar, paling tahu, paling penting, dan sebagainya. Namun, kenyataannya malah sebaliknya dan umumnya mereka merasa nilai-nilai dirinya benar. Sehingga terlalu mengontrol anak agar sesuai standarnya.

4. Suka Pamer

Tak jauh dari arti katanya narsistik yang berarti menganggap dirinya penting dan harus dikagumi. Biasanya, orang tua yang memiliki karakter seperti ini suka menunjukkan kepada orang lain betapa istimewanya ia.

Ya, karena orang tua yang memiliki karakter narsistik ini dapat menikmati sikap pamer yang dianggap superior, baik itu harta benda. Ia juga berusaha untuk mencari perhatian dan pujian yang meningkatkan ego.

5. Kurangnya Rasa Empati

Ciri selanjutnya yang sering terjadi pada orang tua yang memiliki karakter narsistik ini ialah kurang nya rasa empati. Biasanya orangtua narsis cenderung hanya mementingkan apa-apa yang menjadi keuntungannya sendiri.

Penting diketahui bahwa anak tidak akan tumbuh dengan mandiri dan kepercayaan diri apabila dibesarkan oleh orangtua yang narsistik. Ini justru anak akan cenderung mengalami masalah mental.

6. Terlalu Sensitif

Orang tua yang memiliki karakter narsistik sering ditandai respon perilakunya yang sangat sensitif. Karena, orangtua narsistik tertentu sangat kaku dalam perilaku anak-anaknya. Ia juga sangat mengatur anak dan bisa menjadi sangat marah ketika anak melakukan kesalahan, sekecil apa pun itu. Salah satu alasan orangtua narsistik bersikap demikian karena keinginan untuk mengendalikan anak sesuai dengan harapannya.

7. Sering Mengabaikan Sang Anak

Dalam beberapa situasi, orang tua narsistik lebih memilih untuk fokus pada minat dan pencapaian dirinya sendiri dibandingkan membesarkan anak. Selain itu, orang tua yang memiliki karakter narsistis ini suka meremehkan anak karena berbagai alasan.

Seperti halnya ia tidak mau kehilangan kendali atas hidup anak, tidak mau anak menjadi lebih daripada dirinya, serta membuat anak tergantung supaya terus dipuja dan diperhatikan.

8. Mengritik Diri Sendiri Terlalu Keras

Ciri umum yang sering terjadi pada seseorang orangtua yang memiliki karakter narsistik ini ialah sering menghakimi dan kritis. Orang tua yang memiliki karakter seperti ini cenderung sering mengkritik diri sendiri terlalu keras. Ini terjadi pada saat ia tak berhasil dalam mendidik anaknya yang seharusnya sesuai dengan harapannya.

Itulah beberapa ciri umum dan menjadi tanda yang dimiliki oleh orang tua yang memiliki karakter narsistik, semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru