Keutamaan Sholat Jum’at Bagi Laki-Laki, Jangan Ditinggalkan!

Resa Azzahra 0 Komentar

Laki-laki Muslim yang telah baligh diwajibkan untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat, berikut ini adalah keutamaan sholat jum'at, simak sbb:

Indiffs -Salat Jum’at merupakan salah satu bentuk ibadah yang wajib dilakukan oleh umat muslim di dunia. Khususnya, wajib bagi kaum pria muslim dan sunnah bagi perempuan. Pelaksanaan sholat Jumat memiliki niat, tata cara, hukum, dan keutamaan tersendiri jika dibandingkan dengan salat lima waktu. Laki-laki Muslim yang telah baligh diwajibkan untuk melaksanakan ibadah shalat Jumat di setiap hari Jumat, sebagai pengganti shalat Zduhur. Ada beberapa Keutamaan Sholat Jum’at yang akan kami bahas.

Keutamaan Sholat Jum’at

Allah telah memberikan karunia yang besar pada kita dengan adanya shalat Jum’at. Berikut ini beberapa keutamaan sholat Jum’at dan dalilnya yang wajib diketahui:

1. Hajinya Orang yang Tidak Mampu

Keutamaan Sholat Jum’at yang pertama ialah menerima ganjaran layaknya menunaikan ibadah haji. Apalagi rukun Islam kelima ini, terbilang berat bagi sebagian orang.
Imam al-Qadla’i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ

Artinya:

“Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir.”

Terkait hadits tersebut, Syekh Ihsan bin Dakhlan yang menjelaskan:

يَعْنِيْ ذَهَابُ الْعَاجِزِيْنَ عَنِ الْحَجِّ اِلَى الْجُمُعَةِ هُوَ لَهُمْ كَالْحَجِّ فِيْ حُصُوْلِ الثَّوَابِ وَاِنْ تَفَاوَتَ وَفِيْهِ الْحَثُّ عَلَى فِعْلِهَا وَالتَّرْغِيْبُ فِيْهِ.

Artinya:

“Maksudnya, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat.” (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-‘Ibad, juz.1, hal.282)

2. Menghapus Dosa

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasullullah SAW bersabda,

الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Artinya:

“Di antara salat lima waktu, diantara Jum’at yang satu dan Jum’at yang berikutnya, itu dapat menghapus dosa di antara keduanya selama tidak dilakukan dosa besar.” (HR. Muslim)

3. Nikmatnya akan Disempurnakan dan Dicukupkan oleh Allah

Pada hari itu, Allah akan menyempurnakan bagi orang yang beriman. Dia pun mencukupi nikmat-Nya, dan itu akan terjadi pada hari Jum’at. Allah Ta’ala berfirman pada surah Al-Maidah ayat 3.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

4. Dimana Hari yang disebut Asy Syahid

Para ulama menafsirkan dari Surat Al-Buruj ayat 3, yang berbunyi:

وَشَاهِدٍ وَّمَشْهُوْدٍۗ

Artinya:

“Demi yang menyaksikan dan yang disaksikan”

5. Seakan Puasa dan Qiyam dalam Seriap Langkah

Setiap derap langkahnya menuju masjid untuk melaksanaka shalat jum’at mendapatkan ganjaran pahala satu tahun puasa dan qiyam. Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah SWT. Rasulullah SWT bersabda:

، عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ الثَّقَفِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "مَنْ غَسَّل وَاغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ، وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ، وَدَنَا مِنَ الْإِمَامِ وَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خطوة أجر سنة، صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا".

Artinya:

“Dari Aus Ibnu Aus As-Saqafi yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar rasulullah SWT. Bersabda. “Barang siapa yang mencuci dan mandi pada hari jumat dan berpagi hari, dan berangkat dengan segera jalan kaki tidak berkendara, dan mendekati imam, dan mendengarkan serta tidak melakukan hal yang laga (melenyapkan pahala jumat) maka baginya untuk tiap langkahnya pahala satu tahun puasa dan qiam (salat)-nya.”

6. Shalat Jum’at di Hari Istimewa

Pada hari jum’at semua makhluk telah sempurna diciptakan dan sesungguhnya hari jum’at itu merupakan hari keenam dari tahun yang Allah ciptakan padanya langit dan bumi. Pada hari istimewa ini juga Allah menciptakan Adam.

Daro Abu Malik Al-Asy’ari yang mengatakan bahwa. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "الْيَوْمُ الْمَوْعُودُ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، وَإِنَّ الشَّاهِدَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، وَإِنَّ الْمَشْهُودَ يَوْمُ عَرَفَةَ، وَيَوْمُ الْجُمُعَةِ ذَخَرَهُ اللَّهُ لَنَا"

Artinya:

“Hari yang dijanjikan ialah hai kiamat dan sesungguhnya yang menyaksikan ialah hari jumat, dan sesungguhnya yang disaksikan ialah hari ‘Arafah dan hari jum’at yang sengaja disimpangkan oleh Allah untuk kita (Umat Muhammad).”

7. Mendapatkan Pahala BerQur’ban

Seperti yang diterangkan dalam Hadis Al-Bukhari dan Muslim berikut yang berbunyi:

مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ

Artinya:

“Siapa saja yang berangkat shalat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi.

Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur.

Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah diangkat, dan para malaikat berkumpul di mimbar untuk mendengarkan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak shalat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

8. Disaksikan Malaikat & Menjadi Waktu Mustajab Untuk Berdoa

Keutamaan shalat jumat, salah satunya dapat disaksikan oleh malaikat yang di jelaskan oleh Abu Darda yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

أَكْثِرُوا عليَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَإِنَّهُ يَوْمٌ مَشْهُودٌ، تَشْهَدُهُ الْمَلَائِكَةُ

Artinya:

“Perbanyaklah membaca salawat untukku di hari Jumat’, karena sesungguhnya hari Jumat itu adalah hari yang disaksikan oleh para malaikat.”

Dan tak hanya itu, hari jumat ini dapat menjadi salah satu waktu pada shalat jumat yang menjadi salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Seperti hadis berikut Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dia berkata; Abu Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ قُلْنَا يُقَلِّلُهَا يُزَهِّدُهَا

Artinya: 

“Pada hari jumat terdapat waktu, yang tidaklah seorang hamba muslim shalat dan meminta kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya”

Dan itulah 8 Keutamaan Sholat Jum’at yang bisa diketahui.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru