Kumpulan Teks Puisi Penuh Haru Bertema Bulan Ramadhan 2023

Admin 0 Komentar

Banyak cara bisa dilakukan untuk Sambut bulan suci Ramadhan, dengan membacakan puisi bertemakan bulan suci Ramadhan penuh makna.

INDIFFS.COM – Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi akan tiba! Menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Sebab, di bulan inilah banyak kemuliaan-kemuliaan yang terkandung di dalamnya. Sehingga disebut dengan bulan yang lebih baik dari seribu bulan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, salah satunya iyalah dengan membacakan puisi bertemakan bulan suci Ramadhan penuh makna.

Membacakan puisi ramadhan ternyata memiliki manfaat, antaranya yakni Memberikan kabar bahagia bahwa bulan Ramadhan telah datang dan dapat menjadi pelopor untuk menyebarkan berita baik melalui puisi yang indah dan menarik.

Teks Puisi Ramadhan

Nah, bagi kamu yang sedang mencari teks puisi untuk bulan suci yang telah ditunggu sejak lama. Berikut ini bacaan puisi bermakna, menyentuh hati dari “Kumpulan Puisi Ramadhan Upgrade Level Oleh Remaja Islam Online”:

“Akhir Zaman”

Oleh: Arara Chuuchan

Demi waktu, mungkin akulah manusia paling merugi di dunia.
Berleha-leha melalaikan sholat dan menunda-nunda dengan sengaja.
Jikalau didirikan pun bagai ayam mematuk tanah, bagai keledai tergesa.
Pakaian ketat masih menjadi pesona untuk memamerkan aurat.
Padahal kutahu jika hanya berujung ke maksiat.
Namun nafsu membuncah, menutupi kalbu yang menjerit, memohon tuk berhenti.
Masih adakah peluang bagiku untuk memperbaiki diri di ramadhan mendatang sedang sekarang terlewat?

Kadang aku berpikir, kalimat katanya ‘semua manusia pasti masuk neraka dahulu’ itu benar atau tidak?

Tapi Allah kan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Lalu apakah neraka dapat sekedar singgah di depan pintunya saja?

Hidup di dunia bagai neraka bersampul surga.
Pamer harta dan tahta menjadi sebuah rutinitas riya setiap harinya.
Tanpa peduli jika di Palestina dan Suriah sedang dirundung pilu dan duka.
Masih mampukah mengomentari dan menghujat orang lain
jika situasi berbalik nyata?
Masih senangkah membicarakan aib saudara sendiri jika
perang berkecamuk di depan mata?
Kadang rasa syukur terlalu mahal bagi manusia dalam keadaan tenteram.
Kadang riya pun tumbuh subur di negeri tanpa peperangan.
Padahal semuanya tak dapat dibawa bersama selain amal jariyah.

Lalu masihkah berbangga diri memamerkan harta dan rupa di sosial media?
Semua yang ada di dunia itu semu, sementara dan pasti ada akhirnya.
Tinggal dipilih, mau suul atau khusnul khatimah?
Renungkanlah para bidadari surga, dunia fana.
Sebelum sesal menyesakkan dada, menguburkan jiwa.
Karena waktu tak akan pernah kembali mengisi relung hati.
Yang ada hanya penyesalan akibat terlambat memperbaiki diri.
Jangan karena cinta, engkau rela menjual hati.
Jangan karena gengsi, engkau sudi menjual diri.


Ampuni Aku

Oleh: Urai Rizki Abri Nova

Engkau datangkan ia lagi dengan penuh kesucian.
Sedangkan aku, masih dalam lingkaran kenajisan.

Engkau datangkan ia lagi dengan harapan
Sedangkan aku masih berteman akrab dengan keputusasaan

Engkau datang lagi membawa ampunan
Sedangkan aku, masih sibuk berlinang dalam kemaksiatan

Engkaupun datang dengan keberkahan semesta
Sedangkan aku masih saja berbuat bejad dan durhaka

Oh Tuhanku, aku malu sejuta malu
Rahmatmu, engkau datangkan seluruh
Sedang aku?
Masih sibuk pada dosa-dosa setiap waktu
Ya Tuhanku, ampuni aku?


“Dahaga”

Oleh: Krisna Tama

Angin mengembus-eratkan pelukan.
Pelupuk mata jingga menari dalam bayang-bayang kelam.
Kembali hadir sebagai teman, sanak saudara layaknya musuh
bebuyutan.
Sajak-sajak loka kian hari kian liar bercengkerama lepas,
mencinta ego, meluapkan ikhlas.

Hanya tersisa dua cangkang kerang.
Terpecah lalu menusuk hingga mengerang.
Hebat bukan berarti kalah.
Hanya sesal, sungguh kesal.

Kini kepiting-kepiting lapar itu tersungkur, sujud.
Hingga masa tersadar lama, menikmati sisa-sisa bau tanah yang menjelma menjadi artefak.

Berpikir keras, kembali bertindak waras.
Pintu gerbang ampunan terbuka lebar, pacuan waktu tak lagi segila dulu.
Kau katakan “Detik ini aku berjanji, sucinya bulan ramadan ini akan menjadi saksi”
Kembali, sendiri namun jauh dari kata sunyi.
Ditemani ribuan bintang dan suara jangkrik menembang,
berniat akan bertaubat dengan maksud akan taat.
Di bulan berkah,
Bulan ramadan, yang
Dimulai hari ini


“Ramadhan Tiba”

Oleh: –

Bila Ramadhan Telah Tiba
Berubahlah semua suasana
Semua muslim bersuka ria
Menerima bulan Ramadhan yang Mulia

Siang hari harus ditahan lapar dan dahaga
Sore hari boleh kita Berbuka
Malam hari didirikan Shalat Malam
Tiada hentinya orang membaca Al-Qur’an

Bulan Ramadhan bulan mulia
Sungguh beruntung orang yang pandai mengisinya
Dapat mencapai kesucian dirinya
Memperoleh pahala berlipat ganda

Berpuasa sungguh mulia
walaupun berat dirasa
menahan makan sejak fajar
Menahan diri dengan hati sabar

Azan maghrib telah terdengar
kita berbuka terasa segar
Akhir malam makan sahur
Tak lupa kita bersyukur


“Bulan Ujian”

Oleh: Salohot Nasution

Telah tiba bulan ramadhan
Bulan ujian keimanan bagi insan
Merasakan laparnya perut tanpa makanan
Merasakan dahaganya kerongkongan tanpa minuman
Merasakan letih ketika tarawih
Merasakan tidak tidur malam ketika mendarus Al-Qur’an
Lapar dan dahaga melatih kepekaan kepada sesama
Tarawih dan tadarus bukti cinta kepada Yang Maha Kuasa
Bulan ramadhan, bulan ujian keimanan
Bagi insan yang mengaku beriman
Tuhan ingin insan membuktikan

Iman kepada-Nya tidak cukup dengan lisan
Tapi harus juga dengan perbuatan
Bulan ramadhan, bulan ujian keimanan
Berbahagialah insan yang mampu melewatinya
Telah tiba dilevel keimanan yang dicintai Tuhan
Termasuk golongan insan yang diridhoi-Nya


“Puasa Ramadhan”

Oleh: Dareve Stevn

Berdentam
Tabuhan bedug menggaung
Berkumandang,
Seruan adzan maghrib

Suara nyaring muadzin
Yang telah lama ditunggu
Menggema di lorong syukur
Mengakhiri lapar dan haus

Tercurahkan,
Rahmat yang melimpah
Terlaksana,
Ibadah puasa Ramadhan

Bulan bersuci diri
Menghapus segenap dosa
Menganugrahkan keberkahan
Memberikan ampunan


“Ramadhan”

Oleh: Desy Aulaa Wiwit Rahmawati

Kita berlomba mencari kebaikan
Memperbanyak ibadah
Memperbanyak sedekah

Ramadan bulan suci
Waktunya kita memperbaiki diri
Menjadi pribadi yang lebih baik
Meninggalkan keburukan sejauh mungkin

Di bulan ramadan
Kita berpuasa
Menahan lapar dan dahaga
Menahan segala nafsu yang ada
Di bulan ramadan
Kita diajarkan bersabar
Menanti waktu berbuka
Memakan makanan manis seperti kurma


“Semangat Raih Pahala Ramadhan”

Oleh: Annissa Septiani

Ramadhan bulan penuh berkah dan ampunan
Seharusnya kau tidak bermalas-malasan
Ramadhan bulan penuh rahmat dan pahala dilipatgandakan
Seharusnya kau bersemangat dan ibadah selalu kau
prioritaskan

Semangat berjuang demi raih pahala ramadhan
Berjuang tanpa kelelahan,
Berjuang dalam lingkup kebaikan
Insya Allah jadi orang yang beriman

Kalahkan semua nafsu syaitan
Sulit memang bila dijalankan
Tapi kau harus tangguh lewati rintangan
Demi raih rasa aman

Tak perlu mengeluh karena lelah berpuasa
Cukup panjatkan doa,
Kuatkan iman dan taqwa,
Dan jadikan lelah itu menjadi lillah karena Allah Ta’ala

Sebagai insan yang beriman
Istiqomahkan puasa ramadhan,
Sholat dan baca Qur’an kau jalankan,
Insya Allah hati tenang dan rahmat akan tercurahkan

Sebagai insan yang beriman,
Seharusnya kau sadar akan ketaatan
Ketaatan pada sang pencipta alam,
Agar kau selalu dalam lindungan

Bulan suci ramadhan jangan kau lewatkan dengan percuma
Jadikan sebagai bekal pahala ke syurga
Agar hati menjadi bahagia
Dan pastinya tak menyesal akhirnya


“Bulan Kesucian”

Oleh: Tria Sintiningsih

Hari yang ku tunggu telah tiba
Jantungku terasa berdebar setiap mendengar namamu
Hati ini berdesit hebat kala engkau datang didepan mataku
Maka itu seperti memiliki kekuatan berlebih agar tidak menutup

Ramadhan…
Kau adalah bulan yang kesuciannya tak perlu diragukan lagi
Kau adalah penerang kehidupan ku
Kau jugalah teman istimewaku

Setiap malam kulantunkan doa agar sang Tuhan mendengarnya
Aku selalu berharap, kau akan mempertemukanku dengan sang
Nabi

Di malam yang penuh berkah ini
Kau selalu menghipnotisku dengan keindahan dirimu
Ramadhan…
Diri ini selalu terpesona akan semua kebaikanmu


“Sahur Ramadhan”

Oleh: Barkah Wulandari,S.Pd.

Pagi yang benar benar buta
Matahari pun tertidur
Bulan pun taka da
Semua bangun untuk sahur

Meski waktu ini adalah waktu terdingin
Saat mata ingin terlelap manja
Namun saat ini adalah saat umat muslim penuh makna dalam
kehidupan
Saatnya berniat untuk berpuasa


Demikianlah beberapa kumpulan puisi bertemakan ramadhan, menarik dan bermakna. Semoga dapat membantu serta bermanfaat yah.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru