Luka Bagi Umat Muslim! Ini Fakta Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

Resa Azzahra 0 Komentar

Fakta dari kejadian pembakaran Al-Qur'an di Swedia dilakukan oleh seorang ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark. Kecaman dari banyak negara!

INDIFFS.COM – Fakta dari kejadian pembakaran Al-Qur’an di Swedia dilakukan oleh seorang ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark. Rasmus Paludan yang membakar Al-Qur’an di Stokholm, Swedia pada hari Sabtu (21/01/2023). Kelakuannya telah menodai toleransi beragama.

Selain itu, Paludan yang memiliki kewenangan atas Swedia ia juga pernah menggelar sejumlah demonstrasi di masa lalu. Aksinya telah meningkatkan ketegangan Swedia dengan Turki dan membuat geram beberapa negara lainnya.

Fakta Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

Lantas, bagaimana fakta lainnya mengenai aksi menggeramkan tersebut? Yuk simak rangkuman fakta berikut ini:

1. Siapa Rasmus Paludan?

Rasmus Paludan sendiri merupakan seorang polisi, pengacara dan ekstrimis sayap kanannya Denmark Swedia. Ia adalah pemimpin Partai Politik Sayap kanan Siram Kurs yang berdiri pada 2017.

Paludan juga memiliki kewenangan atas Swedia dan pernah menggelar sejumlah demonstrasi di masa lalu

2. Telah direncanakan Demi Kebebasan Berekspresi

Pada 21 Januari, Paludan diizinkan demontrasi di depan kedutaan Turki di Stockholm. Selanjutnya, tak hanya demostrasi melalui kata-kata saja, kejadian ia membakar alquran.

Paludan seorang pria tak berhati dan toleransi sudah merencanakan serta mengumumkan perencanaan tersebut dari jauh-jauh hari, tepatnya pada bulan April 2022. Rencana aksi ini disebut dengan istilah ‘tur’ oleh nya yang dilakukan selama buan suci Ramadhan.

Pengumuman tersebut sempat memicu kerusuhan dan kecaman di seluruh Swedia. Saat merencanakan aksi pertamanya, ia dikelilingi polisi sambil membakar kitab suci dan mencaci selama satu jam.

3. Dipenjara Karena Menggugah Video Anti Islam

Rasmus sendiri pernah di penjara selama sebulan karena telah mengunggah video anti Islam di media sosialnya. Ia di dakwa dengan 14 pelanggaran termasuk pencemaran nama baik dan rasisme terhadap umat muslim.

4. Tanggapan Kementrian Turki

Kementrian Luar Negeri Turki pun segera menangapi aksi yang mencederai SARA dengan mengecam dan dikategorikan demo sebagai islamofobia mengerikan. Lembaga pun mengutuk keras serangan keji terhadap kitab suci alquran. Mengizinkan tindakan anti islam yang menargetkan umat islam serta menghina isi nilai di dalam kitab suci.

5. Warga Turki Membakar Bendera Swedia

Karena kejadian tersebut, Pemerintah Kerajaan Swedia angkat bicara tentang kontroversi pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan oleh seorang politisi yang sebelum nya pernah melakukan hal serupa. Dalam aksi warga disana, ada yang membawa dan mencoret foto pelaku rasis serta membakar bendera biru Swedia yang menampilkan salib Nordik berwarna emas.

Salah satu poster yang dibawa oleh warga disana bertuliskan “Kami mengecam Islamofobia yang di dukung Negara Swedia” Lantas pihak konsultasi Swedia membalas dengan tulisan di jendela. “Kami tidak setuju dengan pandangan si idiot pembakar buku itu”.

Banyak warga yang datang untuk menghadiri unjuk rasa, mulai dari wanita dan anak-anak di Istanbul Ankara. Hal tersebut dilakukan di depan Kedutaan Besar Swedia dan terjadi pada Sabu-Minggu kemarin.

6. Banyak Negara Mengecam!

Selain Turki, banyak negara Muslim lainnya mengatakan bahwa mereka mengecam kejadian ini. Pembakaran Alquran ini merupakan tindakan vandalisme yang tidak dapat diterima. Aksinya pun mendapatkan banyak kecaman dari banyak negara, salah satunya yakni Indonesia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Begitu juga dengan negara-negara Teluk dan organisasi kerja sama Islam.

Demikianlah beberapa fakta mengenai aksi rasis terhadap Islam. Banyak umat Islam terluka karena kurangnya toleransi dalam beragama. Semoga kita diselamatkan dan dijauhkan dari hal yang berbahaya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru