Malingering, Aksi Pura-Pura Sakit Demi Hindari Tanggung Jawab

Wiwin Indriani 0 Komentar

Malingering yaitu seseorang yang berpura-pura sakit. berikut ini adalah tanda-tanda serta tindakan yang harus dilakukan.

Indiffs – Pasti kamu pernah menjumpai seseorang yang berpura-pura sakit untuk suatu kepentingan mereka. Bisa jadi itu karena malas bekerja, malas sekolah, atau malas pergi, maka pura-pura sakit biasanya ampuh untuk dijadikan sebuah alasan. Dalam istilah medis hal ini disebut sebagai malingering.

Malingering

Malingering merupakan pemalsuan atau melebih-lebihkan penyakit fisik maupun mental, untuk mendapatkan keuntungan eksternal. Seperti menghindari pekerjaan atau tanggung jawab, mencari obat-obatan, menghindari pengadilan atau hukum, mencari perhatian, menghindari dinas militer, cuti dari sekolah, cuti dari pekerjaan, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, malingering bukanlah kondisi terkait fisik maupun psikologis yang sebenarnya, melainkan tindakan berpura-pura sakit yang memang sengaja dipalsukan untuk mendapatkan manfaat tertentu. Ini adalah murni dari hasil keinginan seseorang, bukan karena adanya kondisi medis atau psikologis yang perlu dikhawatirkan.

Malingering pertama kali digunakan untuk menggambarkan tentara yang mencoba menghindari dinas militer pada tahun 1900-an. Maknanya telah diperluas untuk mencakup mereka yang berpura-pura sakit karena alasan lain. Tetapi lebih mudah untuk mendefinisikan berpura-pura daripada mengidentifikasinya.

Tanda-Tanda Malingering

Memang sulit untuk mengetahui gejala seseorang itu nyata atau dibuat-buat. Dilansir dari NCBI, Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental, Edisi Kelima (DSM-5) menyatakan bahwa seseorang dapat dikatakan malinger jika memiliki tanda-tanda berikut ini:

  1. Sedang berada dalam kondisi medikolegal. Misalnya, pengacara mengirim klien nya untuk evaluasi atau pasien datang dengan penyakit ketika akan menghadapi persidangan.
  2. Perbedaan mencolok antara “stress atau kecacatan yang diklaim” individu dan “penemuan serta pengamatan objektif”.
  3. Kurangnya kepatuhan terhadap evaluasi diagnostik, rejimen pengobatan dan perawatan tindak lanjut.
  4. Subjek memiliki gangguan kepribadian anti-sosial.

Tindakan yang Harus Dilakukan

Apabila menemukan seseorang yang dicurigai hanya berpura-pura sakit, berikut ini yang harus dilakukan:

1. Membiarkannya Selama Beberapa Saat

Pengamatan jangka panjang bisa membantu mengekspos kepura-puraan, karena pelaku biasanya kesulitan mempertahankan kondisi pura-pura sakit tersebut dalam jangka waktu yang lama.

2. Lakukan Tes Fisik

Pelaku malingering juga biasanya tidak punya cukup pengetahuan tentang gejala penyakit yang ia “alami”, sehingga saat dilakukan tes fisik, ia akan kesulitan meniru reaksi yang seharusnya terjadi di tubuhnya.

3. Evaluasi Psikologi

Evaluasi psikologi direkomendasikan untuk mendeteksi malingering. Psikolog memiliki panduan wawancara klinis yang ilmiah dan objektif, untuk mengetahui apakah seorang pasien memberikan jawaban yang jujur, atau jika ia melebih-lebihkan kondisi sebenarnya.

Psikiater dan orang lain yang harus mendiagnosis berpura-pura juga menempatkan diri mereka dalam risiko. Mereka dapat dituntut karena fitnah atau malpraktik, bahkan meskipun diagnosis dibuat dengan keinginan yang baik.

Di sisi lain, bahaya besar datang dari menuduh orang sakit berpura-pura. Mereka mungkin ditolak perawatan yang mereka butuhkan. Mereka mungkin dicap sebagai malingerer selama sisa hidup mereka.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru