Mengenal Gaslighting, Tindakan Manipulasi yang Tidak Disadari

Admin 0 Komentar

Secara umum, gaslighting merupakan bentuk manipulasi yang terjadi dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau toxic.

INDIFFS.COM – apakah kamu pernah mendengar istilah gaslighting? Secara umum, gaslighting adalah bentuk manipulasi yang terjadi dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau toxic. Bentuk manipulasi ini juga bisa disebut sebagai kekerasan emosional yang berbahaya.

Apa Itu Gaslighting?

Gaslighting merupakan salah satu bentuk manipulasi yang terjadi dalam sebuah hubungan tidak sehat atau abusive. Dikutip dari Berkeley Science Review, disebutkan bahwa gaslighting adalah jenis kekerasan emosi yang berbahaya dan terkadang terselubung.

Dalam banyak kasus, gaslighting seringkali cukup terselubung sehingga target tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang di manipulasi. Justru target akan mempertanyakan penilaian dan kenyataan dirinya. Sehingga, kepercayaan dirinya akan menghilang dan menggantungkan penilaian kepada pelaku gaslight.

Ciri-Ciri Gaslighting

Ada beberapa ciri khusus yang umum dilakukan oleh pelaku gaslighting kepada korbannya. Melansir dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri seorang gaslighter yang perlu kamu ketahui:

1. Pelaku Sering Mengalihkan Kesalahan

Sejatinya, dalam suatu hubungan diperlukan adanya kerjasama antara dua belah pihak. Jika salah satu pihak bersalah, maka pihak lainnya wajib mengingatkan. Inilah pentingnya mendiskusikan masalah bersama.

Tidak seperti pelaku gaslight yang cenderung tidak mau disalahkan. Saat diajak diskusi oleh pasangan, ia selalu mengalihkan kesalahan tersebut pada pasangannya. Alhasil korban merasa bahwa pelaku gaslight selalu benar. Apabila pelaku berbuat salah, maka ia adalah dampak dari kesalahan yang korban lakukan pada pelaku.

2. Pelaku Sering Berbohong

Umumnya, seorang gaslighter menganggap kebohongan sebagai sesuatu yang biasa. Karena itu, dia bisa dengan mudah melakukan kebohongan demi kebohongan. Bahkan, pelaku berani melakukan kebohongan secara terang-terangan.

Kebohongan yang sangat terang-terangan ini justru membuat korban menjadi bingung. Akhirnya, korban justru akan mempertanyakan memori nya dan juga kebenaran yang sesungguhnya. Semakin sering hal ini terjadi, korban akan semakin bingung dan merasa bahwa justru dirinya yang salah.

3. Pelaku Sering Memutar Balikkan Fakta

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tindakan manipulatif biasanya disertai dengan memutarbalikkan fakta. Biasanya, pelaku menggunakan cara ini saat pasangannya ingin mendiskusikan suatu masalah di masa lalu.

Misalnya, suatu hari pelaku mendorong target ke dinding. Saat target ingin membahasnya langsung, pelaku terus berusaha untuk menunda pembahasan tersebut. Dan jika akhirnya dibahas, pelaku akan memutar balikkan fakta yang ada.

Bisa saja pelaku mengatakan bahwa saat itu ia berniat menenangkan korban yang hampir terjatuh atau alasan lainnya. Fakta versi pelaku ini terus diulang-ulang sehingga korban mulai meragukan ingatannya atas kejadian tersebut.

4. Menyangkal Tindakan Salah

Pelaku kekerasan biasanya terkenal karena sering menyangkal bahwa mereka melakukan kesalahan. Para pelaku melakukan hal ini untuk menghindari tanggung jawab atas pilihan buruk yang telah mereka lakukan.

Namun, tindakan ini juga membuat korban gaslighting bingung dan frustasi, karena tidak ada pengakuan atas rasa sakit yang dirasakan. Penyangkalan ini juga dapat membuat korban sangat sulit untuk bangkit atau pulih dari penindasan atau kekerasan.

Demikianlah informasi terkait gaslighting yang bisa memanipulasi kamu. Jangan mau menjadi korban gaslighting, ya! Semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru