Menghitung Hari, Ini Tiga Amalan Utama di Malam Nisfu Syaban!

Admin 0 Komentar

Amalan utama Nisfu Syaban ini dilakukan setelah shalat Maghrib pada tanggal 15 bulan kedelapan kalender Islam, yaitu bulan Syaban.

INDIFFS.COM – Ada sejumlah amalan utama Nisfu Syaban yang disunahkan dikerjakan bagi segenap umat Islam. Amalan ini bertujuan untuk mendapat kemudahan rezeki, dipanjangkan umur dan mati dalam keadaan husnul khotimah.

Amalan Nisfu Syaban ini dilakukan setelah shalat Maghrib pada tanggal 15 bulan kedelapan kalender Islam, yaitu bulan Syaban. Malam Nisfu Syaban sendiri mempunyai beberapa arti. Ada yang mengartikan sebagai malam pengampunan dosa, malam berdoa dan malam pembebasan.

Pada pertengahan bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk tetap terjadi sepanjang malam untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk memanjatkan doa sepanjang malam Nisfu Syaban. Lalu membaca dua kalimat syahadat.

Amalan Utama Malam Nisfu Syaban

Ada beberapa amalan khusus yang disunahkan kepada umat Islam saat malam Nisfu Syaban. Berikut ulasannya:

  • Shalat Sunnah 2 Rakaat

Setelah shalat Maghrib disunnahkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat pada malam Nisfu Syaban. Pada rakaat pertama, dianjurkan membaca surat Al-Kafirun. Sedangkan pada rakaat selanjutnya membaca surah Al-Ikhlas. Pada pendapat lain disunnahkan membaca surat Al-Ikhlas enam kali di setiap rakaat nya.

  • Membaca Surah Yasin 3 Kali

Pada bacaan Yasin pertama diniatkan untuk memohon umur panjang yang semata-mata hanya beribadah kepada Allah SWT. Lalu, pada bacaan surah Yasin yang kedua diniatkan untuk memohon rezeki yang banyak dan halal untuk bekal ibadah kepada Allah SWT. Dan bacaan surah Yasin yang ketiga diniatkan untuk memohon keteguhan imam.

  • Membaca Doa Nisfu Syaban

Berikut doa malam Nisfu Syaban yang tertera dalam kitab Maslakul Akyar karya Mutfi Betawi Sayyid Utsman bin Yahya:

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ

Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaik, ya dzal jalali wal ikram, ya dzat thawli wal in’am, la ilaha illa anta zhahral lajin wa jaral mustajirin wa ma’manal kha’ifin.

Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka sa’idan marzuqan muwaffaqan lil khairat.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal ‘ala lisani nabiyyikal mursal, “yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab” wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammad wa ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Artinya:

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahaii Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut.

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku.

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh’. Semoga Allah memberikan shalawat kepad Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT”.

Demikian tiga amalan utama di malam Nisfu Syaban yang bisa kamu lakukan. Semua amalan itu berdampak baik dan memberi keberkahan kepada orang yang mengamalkannya. Semoga bermanfaat!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru