Niat dan Tatacara Shalat Gerhana Matahari Dilengkapi Bacaan Doa

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Jangan salah, inilah tatacara pelaksanaan Shalat Gerhana Matahari, yang mana umat muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakannya.

INDIFFS.COM – Gerhana matahari terjadi pada saat posisi bulan terletak diantara bumi dan matahari, sehingga cahaya matahari akan tertutup oleh bulan. Ketika fenomena ini terjadi, setiap umat muslim sangat dianjurkan untuk melaksanakan shalat gerhana matahari.

Terlebih dalam islam sendiri fenomena ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Subhanahu Wata’ala. Untuk itu, dengan melaksanakan sholat kusuf atau solat gerhana matahari ini, bertujuan untuk menghadirkan rasa takut kepada-Nya serta mempertebal keimanan.

Hukum Shalat Gerhana Matahari

Sebagaimana dilansir dari laman NU Online, Para ulama sepakat bahwa hukum melaksanakan shalat sunnah gerhana matahari adalah sunnah, baik bagi laki-laki maupun perempuan, bepergian (musafir) dan orang yang diam di rumah (muqim).

Pada intinya, semua umat islam yang sudah mempunyai kewajiban untuk melakukan sholat lima waktu, maka disunnahkan untuk melaksanakan sholat gerhana.

Selain itu, anjuran melaksanakan sholat gerhana matahari hari ini, sebagaimana tertuang dalam riwayat berikut:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَكْسِفَانِ لِمَوْتِ اَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ تَعَالَى فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا وَصَلُّوا

“Sungguh, gerhana matahari dan bulan tidak terjadi sebab mati atau hidupnya seseorang, tetapi itu merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala. Karenanya, bila kalian melihat gerhana matahari dan gerhana bulan, bangkit dan salatlah kalian,” (HR Bukhari-Muslim).

Waktu dan Teknis Pelaksanaan

Untuk waktu pelaksanaan shalat gerhana matahari, sebagaimana dijelaskan oleh Habib Zain bin Ibrahim bin Smith. Yakni, mulai dari awal perubahan matahari sampai sinar nya terang kembali, atau sampai terbenam nya matahari meskipun masih dalam keadaan gerhana.

Artinya, jika matahari sudah kembali normal, atau masih gerhana namun sudah terbenam, maka waktu disunnahkan nya shalat gerhana sudah tidak ada.

Teknis Pelaksanaan:

Dalam Kitab Syarah Yaqutun Nafis disebutkan bahwa sholat gerhana bisa dilakukan dengan salah satu dari tiga cara, yaitu:

  1. Shalat dua rakaat seperti shalat sunnah tahiyatul masjid, dengan memperpendek bacaan-bacaannya. Cara ini merupakan cara paling gampang dan ringan.
  2. Shalat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaat, tanpa memperpanjang bacaan-bacaannya.
  3. Shalat dua rakaat dengan dua kali berdiri dan dua kali ruku’ dalam setiap rakaatnya, serta memperpanjang bacaan-bacaan di dalam shalat. Cara inilah yang paling utama.

Niat dan Tatacara Sholat Gerhana Matahari

Sholat gerhana matahari dilakukan tanpa didahului dengan adzan atau iqamah. Namun, yang disunnahkan hanyalah panggilan shalat dengan lafadz “ashshalatu jami’ah.”

Niat Menjadi Imam atau Makmun:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ اِمَامًا / مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal kusufisy syamsi rak’ataini imaman / ma’muuman lillahi ta’alaa

Artinya: “Saya sholat sunnah gerhana matahari dua rakaat sebagai imam / makmum karena Allah Subhanahu Wata’ala.”

Niat Sholat Gerhana Matahari Sendiri/ Munfarid:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِكُسُوْفِ الشَّمْسِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan likusufisy syamsi rak’ataini lillahi ta’alaa

Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Subhanahu Wata’ala.”

Tatacara Sholat:

Ada beberapa teknis yang bisa dilakukan untuk melaksanakan sholat gerhana, yang sebagai mana telah di jelaskan diatas.

Adapun berikut merupakan tatacara sholat gerhana matahari dengan teknis yang ketiga:

  1. Berniat di dalam hati ketika takbiratul ihram
  2. Setelah mengucapkan takbir, membaca ta’awudz dan Surat Al Fatihah. Kemudian membaca surat panjang misalnya Al Baqarah.
  3. Rukuk dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 100 ayat Al Qur’an.
  4. I’tidal, namun, bukan membaca doa i’tidal, melainkan membaca Surat Al Fatihah, kemudian Surat Ali Imran.
  5. Rukuk dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 80 ayat Al Qur’an.
  6. I’tidal, membaca doa i’tidal.
  7. Sujud dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 100 ayat al Qur’an.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Sujud dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 80 ayat al Qur’an.
  10. Bangkit dari sujud, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan membaca surat Al Fatihah kemudian membaca surat An Nisa.
  11. Rukuk dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 70 ayat Al Qur’an.
  12. I’tidal, namun, bukan membaca doa i’tidal, melainkan membaca Surat Al Fatihah, kemudian Surat Al Maidah.
  13. Rukuk dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 50 ayat Al Qur’an.
  14. I’tidal, membaca doa i’tidal.
  15. Sujud dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 70 ayat al Qur’an.
  16. Duduk diantara dua sujud.
  17. Sujud dengan membaca tasbih yang banyaknya kira-kira sesuai dengan membaca 50 ayat al Qur’an.
  18. Salam.

Itulah teknis dan tatacara pelaksanaan sholat gerhana matahari yang dimana umat muslim dianjurkan untuk melaksanakannya. Wallahu’alam

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru