Niat Sholat Kafarat dan Tata Caranya, Amalan Terakhir Ramadan!

Resa Azzahra 0 Komentar

Sholat kafarat adalah sholat sunnah yang dilaksanakan pada hari jum'at terakhir ramadhan. Sholat ini mampu mengantikkan waktu sholat fardhu

INDIFFS.COM – Sholat Kafarat adalah shalat yang diperintahkan untuk di kerjakan pada hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadan. Shalat sunnah kafarat sendiri diketahui memiliki banyak keutamaan yang sangat luar biasa bagi umat muslim yang melaksanakannya.

Shalat ini disebut juga sholat sunnah al-bara’ah yang diniatkan untuk mengqadha shalat fardhu yang diragukan, ditinggalkan atau yang tidak sah. Selain itu, sholat sunnah ini dapat melengkapi kekurangan-kekurangan dalam shalat yang dilakukan dalam keadaan waswas atau lainnya.

Tak hanya itu, sholat sunnah ini mampu menggantikan salat yang ditinggalkan semasa hidupnya hingga 70 tahun. Sehingga, dengan sholat ini kita dapat melengkapi sebagian kekurangan dalam sholat yang disebabkan oleh rasa was-was atau hal lainnya. 

Hingga saat ini, hukum salat kafarat masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Kandati demi orang yang masih melaksanakan tradisi ini. Berikut niat shalat kafarat dan tata cara nya:

Niat Sholat Kafarat

Sholat sunnah kafarat dilakukan sebanyak 4 rakaat dengan 1 kali tasyahud tanpa tasyahud awal. Adapun niat shalat kafarat adalah sebagai berikut:

Niat Latin: “NAWAITU USHOLLI ARBA’A RAKA’AT KAFARAT LIMAA FAATABI MINASH-SHALATI ILLAAHI TA’ALAA”

Sementara surat yang dibacakan pada setiap rakaat membaca Surat Al-Fatihah 1 kali, Al-Qadar dan Surat AL-Kautsar masing-masing 15 kali.

Doa Setelah Sholat Kafarat

Setelah melaksanakan shalat, kita dianjurkan untuk membacakan istigfar, shalawat, hamdalah dan syahadat berikut ini:

  • Membacakan Istigfar 

Bacaan yang pertama kali diamalkan adalah dengan membacakan istigfar sebanyak 10 kali yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Berikut bacaanya:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعِظِيْمِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَ أتُبُوْا إِلَيْكَ

Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Maha hidup lagi Maha Berdiri Sendiri.”

  • Kemudian Baca Sholawat 100 Kali

Setelah kita membacakan istighfar, alangkah baiknya kita membacakan sholawat agar mendapatkan syafaat dari Sayyidina Muhammad SAW dengan membacakan nya sebanyak 100 kali. Berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ

Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa ala alihi washohbihi ajma’in

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabat semuanya.”

  • Kemudian Membaca Basmallah, Hamdalah, dan Syahadat

Tak lupa juga yang dianjurkan selanjutnya adalah dengan membacakan basmallah, hamdalah serta syahadat berikut ini:

Basmallah:

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

Bismillahirrahmannirrahiim

Artinya; “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.

Hamdalah:

اَلْحَمْدُ لِلهِ

Alhamdulilah

Artinya: “Segala puji bagi Allah”.

Syahadat:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الل

Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Artinya: “Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan (Rasul) Allah.”

  • Kemudian Membaca Doa kafarah 3 kali

Setelah melafalkan bacaan diatas, di lanjut dengan membacakan doa kafarat sebanyak 3 kali, berikut doanya:

اَللَّهُمَّ يَا مَنْ لاَ تَنْفَعُكَ طَاعَتِيْ وَلاَ تَضُرُّكَ مَعْصِيَتِيْ تَقَبَّلْ مِنِّيْ مَا لاَ تَنْفَعُكَ وَاغْفِرْ لِيْ مَا وَلاَ تَضُرُّكَ يَا مَنْ إِذَا وَعَدَ وَفَا وَ إِذَا تَوَعِدُ تَجَاوَزَ وَعَفَا اِغْفِرْ لِيْ لِعَبْدٍ ظَلَمَ نَفْسَهُ وَأَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ بَطْرِ اْلغِنَى وَجَهْدِ اْلفَقْرِ إِلَهِيْخَلَقْتَنِيْ وَلَمْ أَكُنْ شَيْئًاً وَرَزَقْتَنِيْ وَلَمْ اَكُنْ شَيْئاً وَارْتَكَبْتُ اْلمَعَاصِيْ فَإِنِّيْ مُقِرٌّ لَكَ بِذُنُوبِيْ فَإِنْ عَفََوْتَ عَنِّيْ فَلاَ يَنْقُصُ مِنْ مُلْكِكَ شَيْئاً وَإِنْ عَذَبْتَنِيْ فَلاَ يَزِدُ فِيْ سُلْطَاِنكَ شيئاً اَللَّهُمَّ إِنَّكَ تَجِدُ مَنْ تُعَذِّبُهُ غَيْرِي لَكِنِّيْ لاَ أَجِدُ مَنْ يَرْحَمْنِيْسِوَاكَ فَاغْفِرْ لِيْ مَا بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ وَمَا بَيْنَ خَلْقِكَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَيَا رَجَاءَ السّائِلِيْنَ وَيَا أَمَانَ اْلخَائِفِيْنَ إِرْحَمْنِيْ بِِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةَ أَنْتَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَاَلمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ ِللْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَتَابِعِ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ ربّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُالرَّاحِمِيْنَ وصل الله على سيّدنا محمّد وعلى ألِهِ وصحبه وسلّم تسليمًا كثيرًا والحمد لله ربّ العالمين. أمين.

Allahumma ya man la tan-fa’uka tha’atii wa laa tadhurruka ma’shiyatii taqabbal minnii ma la yanfa’uka waghfirii ma laa yadhurruka ya man idzaa wa’ada wa fii wa idza tawa’ada tajaa wa za wa’afaa ighfirli’abdin zhaalama nafsahu wa as’aluka. Allahumma inii a’udzubika min bathri ghinaa wa jahdil faqil ilaahii khalaqtanii wa lam aku syau’an wa razaqtanii wa lam aku syaii’in wartakabtu al-ma’ashii fa-inni muqirun laka bi-dzunuubi. Fa in ‘afawta ‘annii fala yanqushu min mulkika syai’an wa in adzdzaabtanii fa;aa yaziidu dii sulthaanika syay-‘an.

Illahi anta tajidun man tu’adzdzi buhu ghayrii wa-anaa la ajidu man yarhamanii ghaiyraka aghfiri maa bayni wa baynaka waghfirii ma baynii wa bayna khlaqika ya arhamar rahiimiin wa ya raja’a sa’iliin wa yaa amaanal khaifana irhamnii birahmatikaal waasi’aati anta arhamur rahimiin yaa rabbal ‘aalaamiin. Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat wal musliimina wal muslimaat wa tabi’ baynana wa baynahum bil khaiyrati rabbighfir warham wa anta khairur-rahimiin wa shallallaahu ‘alaa sayidina Muhammadin wa ‘alaa alihii wa shahbihi wasallama tasliiman katsiiran amiin. 

Artinya: “Yaa Allah, yang mana segala ketaatanku tiada artinya bagiMu dan segala perbuatan maksiatku tiada merugikanMu. Terimalah diriku yang tiada artinya bagiMu. Dan ampunilah aku yang mana ampunanMu itu tidak merugikan bagiMu. Ya Allah, bila Engkau berjanji pasti Engkau tepati janjiMu. Dan apabila Engkau mengancam, maka Engkau mau mengampuni ancamanMu. Ampunilah hambaMu ini yang telah menyesatkan diriku sendiri, aku telah Engkau beri kekayaan dan aku mengumpat di saat aku Engkau beri miskin. Wahai Tuhanku Engkau ciptakan aku dan aku tak berarti apapun.

Dan Engkau beri aku rizki sekalipun aku tak berarti apa-apa, dan aku lakukan perbuatan semua ma’siat dan aku mengaku padaMu dengan segala dosa-dosaku. Apabila Engkau mengampuniku tidak mengurangi keagunganMu sedikitpun, dan bila Kau siksa aku maka tidak akan menambah kekuasaanMu, wahai Tuhanku, bukankah masih banyak orang yang akan Kau siksa selain aku. Namun bagiku hanyaEnakau yang dapat mengampuniku. Ampunilah dosa-dosaku kepadaMu. Dan ampunilah segala kesalahanku di antara aku dengan hamba-hambaMu. Ya Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih dan tempat pengaduan semua pemohon dan tempat berlindung bagi orang yang takut. Kasihanilah aku dengan pengampunanMu yang luas. Engkau yang Maha Pengasih dan Penyayang dan Engkaulah yang memelihara seluruh alam yang ada. Ampunilah segala dosa-dosa orang mu’min dan mu’minat, muslimin dan muslimat dan satukanlah aku dengan mereka dalam kebaikan. Wahai Tuhanku ampunilah dan kasihilah. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Washollallahu ‘Ala sayyidina Muhammadin wa’ala alihi wasohbihi wasalim tasliiman kasiira. Aamiin.”

Demikian bacaan niat shalat kafarat, tatacara beserta doa setelah melaksanakan nya. Semoga dapat membantu.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru