Penyebab dan Syarat Diperbolehkan Tayamum, Perhatikan!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Ketika sebelum melaksanakan tayamum, ada baiknya seorang muslim mengetahui penyebab dan syarat tayamum agar dianggap sah. Simak selengkapnya!

INDIFFS.COM – Penting diketahui bagi seorang muslim penyebab dan syarat tayamum. Terlebih, tayamum merupakan salah satu keringanan dari Allah Subhanahu Wata’ala bagi hambanya untuk bersuci dan sebagai pengganti wudhu.

Karena, agama Islam selalu memudahkan umat untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan itulah, tayamum merupakan ritual untuk mensucikan diri pengganti wudhu, biasanya menggunakan media lain seperti tanah atau debu untuk menghilangkan najis.

Pasalnya Islam juga merupakan agama yang sangat memperhatikan kebersihan. Bahkan di telinga kita begitu akrab dengan An Nadhafatu Minal Iman, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Atau At Thuhuru Syartul Iman, kesucian merupakan separuh dari keimanan.

Itulah bagaimanapun dalam islam selalu ada cara lain, agar bisa beribadah kepada-Nya. Ya, salah satunya dengan tayamum ini. Namun, ada beberapa ketentuasan khusus dalam yang sesuai dengan syariat islam, diantaranya debu atau tanah yang digunakan tidak sembarangan.

Selain itu, tayamum juga hanya berlaku satu sekali dalam satu kali sholat wajib. Akan tetapi tidak setiap orang yang akan melaksanakan sholat diharuskan untuk bertayamum.

Karena beberapa penyebab dan syarat bagi seseorang yang diperboleh kan untuk bertayamum.

Penyebab Tayamum

Berikut ada sebab-sebab yang membolehkan tayammum bagi seseorang, yakni ada 3 hal, yaitu:

1. Tidak Ada Air

Sudah jelas bahwasannya penyebab pertama seseorang diperbolehkan untuk bertayamum ialah tidak ada air sama sekali, terlebih kondisi semisalnya sedang berada di Padang pasir. Namun, sebelum memastikan ada baiknya untuk mencari terlebih dahulu ke tempat lain jika memungkinkan.

Karena sebenarnya banyak air yang dapat digunakan untuk bersuci diantaranya air hujan, embun, es, mata air, air laut, air sungai dan lain-lainnya.

2. Ada Penyakit yang Mengakibatkan Tidak Boleh Memakai Air

Hal lainnya yang memperbolehkan seseorang untuk bertayamum sebagai pengganti wudhu, ialah jika seseorang terkena penyakit yang membuatnya tidak boleh terkena air. Karena jika, terkena air ditakutkan akan semakin parah sakitnya atau semakin terlambat kesembuhannya oleh sebab air itu.

3. Adanya Air Namun Dibutuhkan untuk Keselamatan Jiwa Lain

Seperti halnya jika berada di hutan belantara, atau saat mendaki gunung, dan tidak menemukan sumber air. Yang ada hanyalah air untuk perbekalan pendaki, maka kala itu diperbolehkan untuk bertayamum.

Hal lainnya, seperti ada air akan tetapi lebih dibutuhkan orang lain atau hewan yang terancam nyawa jika tidak mendapatkan air. Maka kala itu, sebagai gantinya bisa melakukan tayamum dengan tanah.

Syarat Tayamum

Ketika telah mengetahui apa saja penyebab tayamuk, seseorang tidak bisa tayamum secara sembarangan. Adapun syarat melakukan tayamum yang wajib diketahui oleh oleh umat Muslim, diantaranya sebagai berikuy:

1. Bertayamum dengan Tanah

Yang menjadi syarat pertama diperbolehkan untuk bertayamum ialah mengunakan tanah. Dimana tanah yang digunakan ialah suci dan tidak terkena najis, dan murni dari campuran yang lain seperti tepung dan seumpamanya.

Adapun disyaratkan tanah yang berdebu untuk digunakan tayammum sebagaimana pendapat Syafi’i dan Ahmad, berbeda dengan Abu Hanifah dan Malik yang berpendapat tidak disyaratkan tanah berdebu sehingga boleh bertayammum dengan apa saja di permukaan bumi selama tidak najis, baik itu batu atau pasir.

2. Menggunakan Debu yang Suci

Ketika bertayamum, perlu diperhatikan bahwa debu yang dipakai tidak diperbolehkan digunakan berulang kali. Selain itu, debu yang telah tercampur kapur atau benda-benda lainnya pun tidak boleh digunakan.

3. Mengerti Tata Cara Tayamum

Bagi seorang muslim yang akan bertayamum baiknya harus mengerti tatacara tayamum terlebih dahulu. Serta, perlu mengetahui juga bagaimana cara yang benar menurut syariat Islam.

4. Tayamum Dilakukan dalam Waktu Shalat

Syarat selanjutnya bagi seseorang yang diperbolehkan kan bertayamum ialah ketika telah memasuki waktu shalat. Dimana tayamum tersebut dilakukan sebagai pengganti wudhu.

5. Mengetahui Arah Kiblat Sebelum Tayamum

Penting bagi seorang muslim untuk mengetahui arah kiblat terlebih dahulu sebelum melakukan tayamum. Terlebih bagi seorang muslim yang bepergian jauh (musafir), hendaknya mengetahui arah kiblat pada daerah yang ditempatinya.

Itulah beberapa penyebab dan syarat bagi seseorang sebelum melakukan tayamum sebagai pengganti berwudhu. Semoga bermanfaat!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru