Penyebab Orang Mudah Marah, Bisa Karena Masalah Medis lho!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Manusiawi ketika seseorang marah karena hal tertentu. Namun, penyebab orang mudah marah ini bisa disebabkan karena gangguan medis. Simak yu!

IndiffsMarah ini merupakan salah satu bentuk emosional yang dirasakan oleh seseorang, yang biasanya ditandai oleh pertentangan terhadap seseorang atau perasaan setelah di perlakukan baik dan benar.
Memang sangatlah manusiawi ketika seseorang marah karena terpicu hal-hal tertentu. Ada orang-orang yang mudah marah di saat-saat tertentu saja, namun menjadi masalah ketika kondisi ini terjadi tanpa bisa dikendalikan. Bisa jadi, penyebab mudah marah ada pada masalah emosi pada orang yang mengalaminya.

Akan tetapi, jika emosi ini tidak dikendalikan ini bisa menjadi masalah antara kamu dengan orang-orang di sekitar kamu lho. Selain itu emosi yang satu ini juga bisa berakibat buruk untuk kesehatan kamu.

Melansir dari beberapa sumber ternyata salah satu penyebab perasaan marah ini bisa di sebabkan karena masalah medis atau masalah kesehatan mental lho, berikut penjelasannya:

1. Hipertiroidisme

Hipertiroidisme ini merupakan kondisi kesehatan dimana kelenjar tiroid memproduksi hormon terlalu banyak, biasanya ini lebih sering dialami oleh wanita. Bila jumlah hormon tiroid ini berlebihan atau terlalu banyak hipertiroidisme dapat menyebabkan kamu gelisah, gugup dan sulit berkonsentrasi. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab orang marah tanpa sebab.

2. Depresi

Ya depresi, gangguan suasana hati (mood) ini yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai. Seseorang dinyatakan mengalami depresi jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga. Mungkin kondisi ini lah yang menjadi seseorang mudah  marah dan mudah tersinggung. Dikutip dari halodoc, Kurang dari 1 persen orang yang mengalami depresi mengalami serangan kemarahan, sekitar 10 persen menjadi mudah marah selama episode dan 40 persen menunjukkan ledakan kemarahan.

3. Diabetes

Diabetes juga menjadi salah satu seseorang mudah marah, ya seseorang pengidap diabetes yang kekurangan gula darah in juga bisa marah-marah tanpa sebab. Hal itu terjadi karena ketidakseimbangan kadar gula pada tubuh juga dapat memengaruhi keseimbangan serotonin dalam otak. Akibatnya, pengidap diabetes ini akan menjadi lebih agresif, mudah marah, kebingungan, bahkan terserang panik.

4. Borderline Personality Disorder

Selanjutnya penyebab orang mudah marah ialah karena Borderline Personality Disorder (BPD) atau yang disebut juga gangguan kepribadian ambang. Ini merupakan gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati dan citra diri yang sering berubah-ubah serta memiliki perilaku impulsif.

Menurut The Mighty, banyak pengidap BPD yang mengalami kemarahan yang tidak terkendali karena masalah pengabaian. Mereka cenderung meledak pada orang-orang terdekat karena mengekspresikan semua kemarahan yang berakar sejak masih kanak-kanak, yaitu ketika orangtua atau orang lain yang dekat dengannya meninggalkan mereka.

5. Premenstrual Dysphoric Disorder

MEeansir dari Alo dokter menjelaskan bahwa, Premenstrual dysphoric disorder (PMDD) adalah gangguan terkait emosi dan fisik yang dialami wanita sebelum masa menstruasi. Gangguan ini merupakan bentuk yang lebih parah dari premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi.

Hal inilah yang dapat menyebabkan seseorang mudah marah khususnya kaum wanita, ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang intens pada pengidapnya. Namun, kebiasaan sehat serta makan makanan bergizi dan berolahraga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengobatinya.

6. Gangguan Bipolar

Bipolar ini merupakan kondisi kesehatan mental yang menyebabkan perubahan suasana hati yang ekstrim. Dikutip dari halodoc, Meskipun tidak selalu tetapi kadang-kadang, kemarahan, perilaku agresif dan ledakan kemarahan dapat menjadi gejala gangguan bipolar. Gejala tersebut terjadi mungkin sebagai akibat kurang tidur atau depresi. Gangguan bipolar juga mencakup manik berenergi tinggi yang dapat berganti dengan episode depresi. Namun, gangguan mental ini dapat diobati dengan terapi dan obat-obatan.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru