PT Banda Aceh Hukum Mati 17 Terdakwa Atas Kasus Narkoba

Avy Elshanda 0 Komentar

Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh menghukum 17 terdakwa kasus narkoba dengan hukuman mati, & 17 perkara masuk ke tingkat pengadilan banding.

IndiffsPengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh telah menghukum 17 terdakwa kasus narkoba dengan hukuman mati. Humas Pengadilan Banda Aceh Taqwaddin telah mengatakan dari 17 perkara yang masuk ke tingkat pengadilan banding, delapan perkara berasal dari Pengadilan Negeri (PN) Jantho, Aceh Besar.

Dengan disusul perkara yang masuk dari PN Banda Aceh dan PN Idi, Aceh Timur, masing-masing tiga perkara dan dari PN Meulaboh, Aceh Barat, dua perkara.

Di tingkat PN kata dia, tidak semua perkara itu diputuskan dengan hukuman mati. Ada tiga perkara yang terdakwanya divonis dengan hukuman seumur hidup. Lalu, jaksanya mengajukan banding.

“Setelah berkas perkara dan putusan PN tersebut diperiksa dan di sidang oleh majelis hakim PT Banda Aceh, putusan pertama tinggi ditolak atau dibatalkan. Hakim Banda Aceh Justru menghukum terdakwa dengan hukuman yang lebih tinggi, yakni hukuman mati,” ujar Taqwaddin Kamis (14/7/2022).

Putusan hukuman seumur hidup ke hukuman mati ini juga dialami dua tervonis oleh PN Idi Aceh Timur dan dua tervonis oleh PN Jantho.

Selain itu, lanjut Taqwaddin, ada dua terdakwa dari PN Jantho yang divonis majelis hakim dengan hukuman 20 tahun di penjara dan juga denda 5 miliar. Lalu divonis dengan hukuman mati oleh majelis hakim PT Banda Aceh, setelah jaksa penuntut umum mengajukan banding.

“Selebihnya adalah perkara-perkara narkoba yang terdakwanya sudah divonis hukuman mati oleh Pengadilan Tingkat Pertama (PN), lalu diperkuat dengan putusan yang sama oleh Majelis Hakim di tingkat pengadilan banding (PT Banda Aceh),” ujarnya.

Terkait dengan banyaknya putusan hukuman mati oleh PT Banda Aceh pada terdakwa bandar atau pengedar narkoba tersebut, Taqwaddin pun menyebutkan ini mengindikasikan betapa maraknya peredaran narkoba di Aceh.

“Padahal ini baru semester I, sudah 17 perkara yang terdakwanya dihukum mati, nanti hingga Desember 2022 tentu bisa bertambah lagi,” ujarnya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru