Ratusan Karyawan Twitter Memilih Resign, Ada Apa Elon Musk?

Hani Hnsa 0 Komentar

Banyak karyawan Twitter memilih resign dari perusahaan, setelah ada ultimatum dari pemilik barunya, miliarder Elon Musk.

INDIFFS.COM – Eksodus karyawan disebut sedang berlangsung di Twitter. Banyak karyawan Twitter memilih resign dari perusahaan, setelah ada ultimatum dari pemilik barunya, miliarder Elon Musk.

Elon Musk sebelumnya mengirim email ultimatum ke karyawan Twitter. Ia meminta komitmen para karyawan untuk bekerja lebih keras. Jika menolak, mereka dipersilakan pergi dan mengambil paket pesangon 3 bulan.

Melansir dari detik.com, dalam jejak pendapat menggunakan  aplikasi Blind, 42% pekerja Twitter memilih untuk ‘mengambil opsi keluar, saya bebas!’. Aplikasi tersebut memverifikasi karyawan lewat email kantor mereka dan mereka bisa berbagi informasi secara anonim.

Di platform Slack, grup privat yang berisi karyawan dan mantan karyawan Twitter, sekitar 360 orang telah bergabung dengan channel baru bernama “voluntary-layoff” atau PHK secara sukarela.

Dengan hal itu, banyak yang percaya bahwa Twitter tidak akan dapat pulih kembali seperti sebelumnya, termasuk adanya isu Twitter tutup. Terlebih, banyak karyawan penting yang juga ikut pergi, diantaranya mereka yang bertanggung jawab dalam memperbaiki bug dan mencegah padam nya layanan.

Sedangkan, Twitter mengumumkan penutupan sementara kantornya setelah Elon Musk mengeluarkan ultimatum kepada karyawan.

Penutupan kantor Twitter selama sepekan terjadi setelah lebih banyak pekerja yang diharapkan memilih opsi terakhir, menurut orang yang mengetahui situasi tersebut. Pilihan yang diberikan menyebabkan kebingungan mengenai siapa yang masih harus diizinkan mengakses kantor Twitter.

Lalu, menurut jurnalis teknologi Zoe Schiffer, menyebutkan bahwa Elon Musk dan timnya takut karyawan akan menyabotase perusahaan.

Menyusul berita ini, banyak warga Twitter yang menyebut bahwa ini adalah akhir dari perjalanan mereka di media sosial Twitter. Hashtag RIP Twitter pun berkumandang. Banyak yang menyampaikan pesan sedihnya.

“Musk mengubah salah satu situs media sosial terbesar di internet menjadi lubang dalam waktu sebulan. Saya tidak pernah ingin mendengar orang memanggilnya selain bajingan lagi. Markas Twitter. RIP Twitter,” tutur seorang pengguna.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru