S. Mangoensarkoro, Tokoh Penting Pencetus Sumpah Pemuda

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Mengenal salah satu tokoh sumpah pemuda Sarmidi Mangoensarkoro, atau S. Mangoensarkoro yang dilibatkan dalam momen sumpah pemuda.

INDIFFS.COM – Setiap 28 Oktober bangsa Indonesia memperingati momen bersejarah, yaitu Hari Sumpah Pemuda. Dimana tercetus nya Sumpah Pemuda tersebut tidak terlepas dari peran tokoh pejuang kala itu. Adapun salah satu tokoh penting sumpah pemuda yang lahir pada 1904, beliau adalah S. Mangoensarkoro.

Memiliki nama lengkap Sarmidi Mangoensarkoro, S. Mangoensarkoro ini merupakan tokoh yang memiliki peran penting dalam momen sumpah pemuda. Terutama saat kongres pemuda I dan II, terlebih beliau merupakan aktivis pendidikan.

Biografi  S. Mangoensarkoro

Sarmidi Mangunsarkoro lahir pada 24 Mei 1904 di Surakarta, Jawa Tengah. Ia dikenal dekat dengan Ki Hadjar Dewantara, bahkan sempat disebut sebagai penerus jejak perjuangan beliau.

Ia juga merupakan seorang pendidik Indonesia yang melahirkan beragam tulisan mengenai dunia pendidikan. Sarmidi gigih dalam mengembangkan dan membina Perguruan Taman Siswa.

Tak hanya itu, ia merupakan pejuang di bidang pendidikan dan ikut tampil sebagai pembicara pada Kongres Pemuda dan menyampaikan pidato tentang Pendidikan Nasional. Terlebih ia yang mengemukakan bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan dan dididik secara demokratis, serta perlunya keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

Karena menjadi salah satu pembicara pada Kongres Pemuda II, yang membahas pentingnya pendidikan bagi generasi muda Indonesia. Bung Hatta pun memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjabat Menteri Pendidikan Pengajaran, dan Kebudayaan pada tahun 1949.

Tentunya berkat jasa dan pengabdian dalam memajukan pendidikan Indonesia, pemerintah menganugerahkan Sarmidi gelar Pahlawan Nasional pada 2011.

Hingga saat ini namanya banyak dijumpai sebagai nama jalan wilayah Indonesia, sebagai penghormatan terhadap perjuangan Sarmidi mencerdaskan masyarakat Indonesia.

Akhir Hidup

Sarmidi Mangunsarkoro atau S. Mangoensarkoro, wafat pada 8 Juni 1957 di Jakarta. Jenazahnya makamkan di Makam Keluarga Besar Taman Siswa Taman Wijaya Brata, Celeban, Yogyakarta.

Atas jasa-jasanya, ia mendapat tanda jasa Bintang Mahaputra Adipradana dari pemerintah. Ia juga mendapat penghargaan dari Taman Siswa dan rakyat. Selain itu, Ki Sarmidi Mangunsarkoro juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia.

Karya-Karya Sarmidi Mangoensarkoro

Selain menjadi salah satu aktivis pada masa kemerdekaan Indonesia , sepanjang hidupnya, Sarmidi Mangunsarkoro menulis beberapa buku-buku mengenai pendidikan nasional, kebudayaan dan juga politik.

Hal ini seiring dengan perhatian ia yang begitu besar pada ketiga bidang tersebut. Adapun buku-buku tulisannya antara lain:

  • Pendidikan Nasional (Keluarga, Jogjakarta, 1948)
  • Masjarakat Sosialis (Pelopor, Jogjakarta, 1951)
  • Dasar-Dasar Pendidikan Nasional (Pertjetakan Keluarga, 1951)
  • Kebudajaan Rakjat (Usaha Penerbitan Indonesia, 1951)
  • Dasar Sosiologi dan Kebudajaan untuk Pendidikan Indonesia Merdeka(Prapancha, Jogjakara, 1952)
  • Ilmu Kemasjarakatan (Prapancha, 1952)
  • Sosialisme, Marhaenisme dan Komunisme (Wasiat Nasional, Jogja, 1955)
  • Inti Marhaenisme (Wasiat Nasional, Jogja, 1954)
  • Guru Tak Berkarakter ratjun Masjarakat: Sumbangan dari Kementerian Penerangan RI oentoek guru Nasional yang Membentuk Djiwa Nasional (ditulis bersama dg Asaat gelar Datuk Mudo, Kementerian Penerangan RI, kata Pengantar 1950)
  • Dasar Sosisologi dan Kebudajaan untuk Rakjat Indonesia (Prapancha, 1952)

Itulah biografi Sarmidi Mangoensarkoro, atau S. Mangoensarkoro yang menjadi salah satu tokoh sumpah pemuda dan memiliki peranan penting, terutama dalam menjungjung persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru