Sandwich Generation: Arti, Ciri, Dampak Dan Cara Mencegahnya

Wiwin Indriani 0 Komentar

Sandwich generation merupakan fenomena yang bisa dipengaruhi oleh siapa saja yang memiliki orang tua dan anak-anak.

INDIFFS.COM – Sandwich generation merupakan fenomena yang bisa dipengaruhi oleh siapa saja yang memiliki orang tua dan anak-anak yang masih membutuhkan dukungan pada saat waktu yang bersamaan. Bagi kebanyakan orang, istilah ini mungkin kurang familiar. Nah, untuk mengetahui apa itu sandwich generation, yuk simak di bawah ini.

Arti Sandwich Generation

Melansir dari berbagai sumber, Generasi sandwich awalnya di perkenalkan oleh Dorothy A. Miller dalam jurnal yang berjudul “The Sandwich Generation: Adult Childern of The Aging“.

Istilah sandwich generation adalah suatu keadaan dimana seseorang memiliki tanggung jawab yang ganda untuk menghidupi dua generasi sekaligus. Dua generasi itu merupakan generasi atas yaitu orang tua atau mertua, dan juga generasi bawah yaitu anak kandung atau bahkan cucu.

Sandwich generation juga merupakan sebutan yang diberikan kepada individu yang harus mencukupi kebutuhan ekonomi banyak pihak dalam waktu bersamaan. Mencakup dari diri sendiri, keluarga intinya dan orang tua. Situasi seperti ini banyak dijumpai pada negara berkembang seperti Indonesia yang kental dengan nilai-nilai kekerabatannya.

Kondisi tersebut di analogikan seperti sandwich dimana sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut di ibaratkan sebagai orang tua dan anak, sedangkan isi utama sandwich berupa daging, mayonnaise dan saus yang terhimpit oleh roti di ibaratkan bagai diri sendiri.

Ciri-Ciri

Generasi sandwich terjadi pada seseorang baik pria maupun wanita yang memiliki rentan umur dari 30 hingga 40 tahun. Namun, ada pula yang menyebutkan rentang umur antara 30 hingga 50 tahun. Akan tetapi, seorang Aging and Elder Care Expert bernama Carol Abaya mengkategorikan generasi sandwich menjadi 3 ciri berdasarkan perannya.

  1. The Traditional Sandwich Generation: Orang dewasa berusia 40 hingga 50 tahun yang di himpit oleh beban orang tua berusia lanjut dan anak-anak yang masih membutuhkan finansial.
  2. The Club Sandwich Generation: Orang dewasa berusia 30 hingga 60 tahun yang di himpit oleh beban orang tua, anak, cucu (jika sudah punya) atau nenek kakek (jika masih hidup).
  3. The Open Faced Sandwich Generation: Siapapun yang terlibat dalam pengasuhan orang lanjut usia, namun bukan merupakan pekerjaan profesionalnya (seperti pengurus panti jompo) termasuk ke dalam kategori ini.

Dampak

Generasi sandwich memiliki beban tanggung jawab yang berat. Tentu saja hal ini memiliki dampak yang cukup signifikan bagi siapapun yang mengalaminya. Berikut ini adalah dampak generasi sandwich:

  • Mengalami Burnout atau kelelahan fisik dan juga mental pada diri sendiri.
  • Tingkat stres yang lebih tinggi.
  • Merasa bersalah atau merasa tidak puas.
  • Mudah merasa khawatir.

Cara Memutus Rantai Generasi Sandwich

Ada beberapa cara keluar atau memutus rantai sandwich generasi yaitu berikut ini:

  1. Miliki asuransi kesehatan.
  2. Siapkan program pensiun.
  3. Mencatat pengeluaran dan pemasukan.
  4. Kelola penghasilan dengan bijak.
  5. Menambah sumber penghasilan.
  6. Kurangi gaya hidup konsumtif.
  7. Mengajarkan anak untuk menabung dan belajar secara finansial.
  8. Komunikasikan bersama kerabat untuk bersama-sama menanggung kebutuhan orang tua ataupun mertua.

Nah, itu dia penjelasan terkait sandwich generasi meliputi arti, dampak, ciri-ciri dan cara untuk keluar dari kondisi ini.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru