Sejarah Singkat Hari Pahlawan, Mengenang Battle of Surabaya

Dini NHaH 0 Komentar

Hari Pahlawan adalah hari untuk memperingati sejarah Pertempuran Surabaya 1945 yang terjadi selama Revolusi Nasional Indonesia.

INDIFFS.COMHari Pahlawan merupakan hari untuk memperingati sejarah Pertempuran Surabaya 1945 yang terjadi selama Revolusi Nasional Indonesia. Revolusi Nasional Indonesia pecah pada tahun 1945, ketika Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya.

Setelah Indonesia merdeka, para penjajah tidak serta merta mengakui kemerdekaan negara. Para penjajah kembali lagi dengan maksud mengambil alih kekuasaan Indonesia.

Pertempuran besar antara tentara Indonesia dan penjajah asal Inggris (Sekutu) dikenal dengan nama pertempuran Surabaya. Pertempuran ini merupakan perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan.

Sejarah Hari Pahlawan

Hari Pahlawan dirayakan untuk memperingati peristiwa Pertempuran Surabaya (Battle of Surabaya) yang terjadi pada tanggal 10 November 1945. Pertempuran Surabaya ini merupakan pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Puncak peristiwa bentrokan bersenjata antara rakyat Indonesia melawan tentara Inggris di Surabaya tersebut adalah dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby (Pimpinan Tentara Inggris untuk Jawa Timur) pada 30 Oktober 1945. Brigjen Mallaby terbunuh oleh granat anak buah nya yang salah sasaran dan justru mengenai terkena mobil yang dikendarai Mallaby.

Kematian Jenderal Mallaby menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berujung pada Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh, pengganti Jenderal Mallaby, mengeluarkan Ultimatum 10 November 1945. Isi ultimatum tersebut, semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan.

Tak hanya itu saja, pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Batas ultimatum yang diberikan oleh Mayor Jenderah Robert Manserg tersebut adalah pukul 06.00 pada tanggal 10 November 1945.

Pihak sekutu melancarkan serangan dari darat, laut, dan udara untuk memukul mundur pasukan pemuda Indonesia dari Kota Surabata. Dalam peristiwa ini dikenal sosok Bung Tomo yang menggerakkan dan mengorbankan semangat rakyat Surabaya.

Selama tiga minggu lamanya, Surabaya menjadi edan pertempuran yang dijuluki ‘neraka’ karena kerugian yang disebabkan tidaklah sedikit. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban. Tercatat 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya. Sekitar 1.600 orang prajurit Inggris tewas, hilang serta puluhan alat perang rusak dan hancur.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban ketika itu membuktikan kepada sekutu bahwa rakyat memiliki semangat membara tak kenal menyerah sehingga membuat kota Surabaya disebut sebagai Kota Pahlawan. Akhirnya sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan dan pejuang, tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Nah itulah pembahasan mengenai sejarah Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November, semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru