Seks Bebas: Kenali Penyebab dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Admin 0 Komentar

Kamu mungkin sering mendengar istilah seks bebas, apalagi di kehidupan modern seperti sekarang ini. Lalu, apa penyebab dan dampaknya?

INDIFFS.COM – Kamu mungkin sering mendengar istilah seks bebas, apalagi di kehidupan modern seperti sekarang ini. Masyarakat di dalam nya merasa memiliki kebebasan untuk melakukan apa pun, termasuk soal seks. Terlepas dari konstruksi sosialnya, seks bebas seringkali mengacu pada seks yang tidak aman dan hanya akan membawa dampak seks bebas yang bersifat negatif pada pelakunya.

Pengertian Seks Bebas

Sederhananya, pengertian seks bebas yang biasa dikenal masyarakat Indonesia adalah perilaku seksual yang dilakukan di luar nikah. Di dalam praktiknya, hal tersebut bisa terjadi antara satu pasangan atau satu orang dengan berganti-ganti pasangan.

Parah nya, hal ini juga dapat dilakukan tanpa komitmen atau bahkan tanpa ikatan emosional, termasuk ke dalam nya seks dalam pacaran (seks pranikah), cinta satu malam, prostitusi, hingga bertukar pasangan dengan pasangan lain (swinging).

Penyebab Terjadinya

Lantas, apa yang menyebabkan cukup banyaknya kejadian seks bebas? Simak berikut ini:

  • Kurangnya Pengawasan Orangtua

Melansir dari laman Kemendikbud Ristek, lingkungan keluarga menjadi faktor kunci yang mempengaruhi sikap dan tindakan yang dilakukan oleh remaja. Tingkat pendidikan keluarga yang minim, membuat anak rentan terpengaruh oleh pergaulan bebas.

  • Efek Konten Pornografi

Di zaman modern seperti sekarang, bisa dengan mudah mendapatkan segala informasi di internet. Bahkan, konten pornografi pun bisa dengan mudah di akses. Awalnya hal ini mungkin dilakukan hanya untuk menghilangkan rasa penasaran. Namun, lama-kelamaan malah jadi ketagihan dan ini bisa mengganggu kehidupan remaja, serta membuatnya terpicu untuk melakukannya.

  • Pengaruh Pertemanan

Selain keluarga, lingkungan pertemanan juga berpengaruh besar pada tindakan yang dilakukan oleh para remaja. Jika, diantara teman-temannya seks bebas dianggap sebagai hal yang wajar, maka tak heran mereka akan terpengaruh dan tidak ragu untuk melakukannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memfilter pertemanan agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas.

Dampak Bagi Kesehatan Mental

Bagi manusia, seks lebih dari sekedar kebutuhan lahiriah. Hubungan seks dapat menciptakan dimensi emosional yang melibatkan kepribadian, pikiran dan perasaan. Itulah sebabnya keintiman seksual berpotensi memiliki konsekuensi emosional yang kuat. Psikolog Thomas Lickona mengungkapkan bahaya seks bebas pada psikologis manusia meliputi:

  • Kehamilan di Usia Muda

Jika tidak dilakukan dengan menggunakan pengaman, seks bebas bisa menyebabkan kehamilan di usia muda. Kehamilan di usia muda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami tekanan darah tinggi, anemia, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan mengalami depresi pascapersalinan.

  • Sulit Memiliki Hubungan yang Serius

Hubungan singkat yang tercipta dari seks bebas kerap menimbulkan kesulitan untuk mempercayai hubungan di masa depan pada pelakunya. Hal ini membuat seseorang sulit membuka diri untuk hubungan baru, terlebih lagi level hubungan yang lebih berkomitmen.

  • Perasaan Menyesal dan Bersalah

Beberapa pelaku seks bebas sering merasa menyesal dan bersalah setelah melakukannya. Dalam hati nuraninya, perilaku tersebut tahu bahwa aktivitas tersebut salah dan terlarang untuk dilakukan.

  • Depresi

Suatu penelitian karya Psikolog Martha Waller mengungkapkan bahwa remaja yang melakukan perilaku berisiko, seperti seks bebas, memakai narkoba, dan minum alkohol, adalah kelompok yang paling mungkin mengalami depresi dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Dampak Bagi Kesehatan Fisik

Seks bebas sering dikaitkan sebagai perilaku seks yang berisiko tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). IMS ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui aktivitas seks, baik melalui vaginal, oral, maupun anal. Berikut adalah beberapa jenis IMS yang dapat menyerang pelaku seks bebas:

  • Sifilis

Sifilis dikenal sebagai penyakit raja singa. Penyakit yang disebabkan bakteri Treponema pallidum ini memiliki masa penularan yang berkisar antara 10-90 hari. Sifilis ditandai dengan gejala timbulnya luka kecil dengan karakteristik bundar, hampir selalu muncul di dalam atau sekitar alat kelamin, anus atau di mulut.

Sejumlah orang tidak mengalami gejala lanjutan sifilis, tetapi jika tidak diobati, penderitanya bisa mengalami kebutaan, tuli, borok pada kulit, penyakit jantung, kerusakan hati, lumpuh, hingga kematian.

  • Kutil Kelamin

Gejala awal munculnya infeksi ini ditandai dengan adanya sekumpulan kutil di sekitar alat kelamin, anus, dan pantat. Pada beberapa kasus, disebutkan bahwa kutil ini ditemukan pada bagian dalam vagina yang mengakibatkan rasa gatal dan nyeri.

Kutil kelamin disebabkan oleh infeksi virus HPV, dan menjadi salah satu infeksi menular seksual yang penyebarannya paling cepat. Virus ini bisa ditularkan melalui kontak fisik secara langsung, baik melalui hubungan seksual dengan penderita atau hanya dengan menyentuh bagian yang terinfeksi saja. HPV juga bisa menyebabkan kanker serviks pada wanita.

  • HIV/AIDS

Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang merusak sistem kekebalan tubuh. HIV dapat ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam atau aliran darah dengan cairan yang mengandung virus HIV. Cairan tersebut meliputi darah, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu.

Jika tidak segera ditangani, HIV dapat berkembang menjadi suatu penyakit mematikan yang disebut dengan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

  • Kutu Kelamin

Kutu kelamin ditularkan melalui kontak antara rambut kemaluan. Dibutuhkan waktu sekitar satu minggu bagi telur kutu untuk menetas pada rambut kelamin yang akan mengakibatkan gatal di sekitar area kelamin penderitanya.

  • Klamidia

Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada pria yang terjangkit klamidia, biasanya akan muncul gejala yang berupa peradangan pada saluran kencing, demam, keluarnya cairan dari penis, rasa sakit, atau rasa berat pada kantong buah zakar.

Sedangkan pada wanita, infeksi klamidia ditandai dengan infeksi saluran kemih dan serviks, infeksi di rahim, iritasi dan keluarnya cairan yang tidak biasa dari vagina, rasa panas saat buang air kecil, sakit perut bagian bawah, dan terjadinya pendarahan di luar menstruasi.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru