Silent Treatment, Orang yang Menolak Komunikasi Saat Konflik

Hanni Hnsa 0 Komentar

Hampir semua orang di masa kini mengenal sebuah istilah tren yang disebut dengan silent treatment. Lalu, apa silent treatment? Yuk, cari tau.

INDIFFS.COM – Apakah kamu pernah menemui atau mengenal orang yang menolak berbicara ketika bersitegang? Sikap ini merupakan salah satu ciri dari silent treatment. Hampir semua orang di masa kini mengenal sebuah istilah trend yang disebut dengan silent treatment.

Apa Itu Silent Treatment?

Silent Treatment merupakan perilaku di mana salah satu pasangan dalam suatu hubungan mengabaikan pasangan dan benar-benar berhenti mengakuinya melalui berbagai bentuk komunikasi. Sikap ini biasanya juga terjadi setelah sebelumnya beradu argumen yang intens antar individu. Umumnya, target dari perilaku silent treatment sering tidak menyadari konflik yang terjadi karena pihak lainnya belum mengomunikasikan dan diam saja.

Perilaku ini sendiri tidak hanya terbatas pada hubungan antara wanita dan pria saja, namun bisa juga terjadi antara orang tua dan anak, teman, maupun rekan kerja. Silent treatment adalah suatu bentuk penolakan untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain. Silent treatment dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis kekerasan emosional terhadap pasangan.

Oleh karena itu, bisa dipahami bahwa arti silent treatment itu berbeda dengan menunda pembicaraan. Saat kalian menunda pembicaraan dengan pasangan, bisa dipahami bahwa mungkin saja kalian memang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri dan akan mulai pembicaraan saat amarahnya sudah mereda. Sementara, silent treatment akan menolak terjadinya pembicaraan baik saat ini ataupun nanti.

Tidak adanya komunikasi antar pasangan bisa menimbulkan rasa curiga. Bahkan, cenderung untuk tidak percaya. Pembicaraan yang minim juga menyebabkan hilangnya rasa kompromi untuk menghadapi masalah yang terjadi.

Dampak

Orang yang mendapatkan perlakukan silent treatment umumnya kemudian akan merasakan beberapa dampak mulai dari kebingungan atau ketakutan, merasa marah, ditolak dan dikucilkan Merasa tidak dihormati, dicintai dan dihargai, merasakan putus asa, rendah diri, hingga frustasi. Jika perlakukan ini kemudian terjadi secara berulang kali, dampak tersebut kemudian akan berkembang menjadi berbagai masalah kesehatan, mulai dari fibromialgia, gangguan makan, sindrom kelelahan kronis, kecemasan, hingga depresi.

Alasan Melakukan Silent Treatment

Melansir dari Medical News Today, orang-orang yang melakukan ini mengungkapkan beberapa alasan melakukannya, antara lain:

  • Sebagai bentuk komunikasi. Seseorang mungkin mengambil sikap ini ketika mereka tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya tetapi ingin pasangannya tahu bahwa dia kesal.
  • Sebagai bentuk penghindaran. Dalam beberapa kasus, seseorang memilih diam dalam percakapan karena mereka tidak tahu harus berkata apa atau ingin menghindari konflik.
  • Sebagai bentuk hukuman. Jika seseorang diam saja untuk menghukum orang lain atau untuk melakukan kontrol dan kekuasaan atas mereka, sikap ini dapat digolongkan ke dalam bentuk kekerasan emosional.

Walaupun tidak selalu, silent treatment adalah salah satu ciri sikap yang biasanya dilakukan oleh orang-orang dengan penyakit mental dan gangguan kepribadian, seperti:

  • Depresi
  • Kecemasan berlebihan
  • Borderline personality disorder
  • Gangguan kepribadian narsistik

Mereka melakukannya sebagai taktik untuk bertahan hidup, melindungi diri, atau bersikap manipulatif.

Cara Mengatasi

Sikap ini merupakan kebiasaan buruk yang perlu dihentikan. Bagi beberapa orang yang sudah terbiasa, menghentikannya bukan merupakan hal gampang. Melansir dari berbagai sumber, berikut cara mengatasi sikap silent treatment:

  • Terbuka dengan Perasaan Masing-Masing

Terbuka dengan perasaan masing-masing bisa membantu pasangan untuk memahami pemikiran kalian. Jelaskan dengan tepat hal apa saja yang membuat kalian marah, kecewa, dan sedih. Tapi ingat, jangan menggunakan emosi yang berlebihan.

  • Minta Maaf Atas Kata-Kata atau Tindakan

Memang sebaiknya hindari untuk meminta maaf atau menyalahkan diri sendiri atas perlakuan silent treatment oleh orang lain, karena memilih diam adalah cara lawan bicara untuk merespons. Namun, mungkin mereka perlu mendengar permintaan maaf dari kamu yang mungkin secara tidak sadar telah berbicara sesuatu yang menyakiti perasaan.

  • Hindari Asumsi Secara Berlebihan

Hindari sok tahu, terdapat banyak penyebab mengapa pasangan mendiamkanmu, jika kamu sok tahu hal ini hanya akan membuat kontraproduktif terhadap sudut pandang mereka. Asumsi berlebihan dan rasa sok tahu kemudian akan menyebabkan pembelaan diri, kemarahan, bahkan keheningan yang berkepanjangan.

  • Akui Perasaan Orang Lain

Cara mengatasi silent treatment selanjutnya adalah meminta pelaku untuk membagikan perasaannya. Dengan meminta mereka berbagi perasaan, akan membuat mereka tahu bahwa perasaan mereka penting dan valid, sekaligus membuka jalan untuk percakapan.

Hindari bersikap defensif atau berusaha memecahkan masalah saat itu juga. Usahakan untuk tetap mendengarkan dengan penuh empati. Jika lawan bicara tersebut merespons dengan cara yang mengancam atau melecehkan, ada baiknya menjauhkan diri terlebih dahulu sampai mereka tenang.

  • Ungkapkan lah Secara Jujur

Ungkapkan perasaanmu dengan jujur tentang apa yang kamu rasakan ketika mendapatkan sikap ini. Jelaskan bahwa sikapnya yang seperti ini bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan suatu masalah. Hal ini justru membuatmu merasa frustasi, kesepian, dan melukai perasaanmu.

  • Jangan Menyerah

Rasa puas diri akan sangat merusak dalam hubungan. Jika kamu telah merasa jenuh dengan kesunyian yang ada dengan pasangan, serta perasaan kesepian di antaranya, temukan keluarga dan teman yang kemudian akan menyemangatimu. Jangan mudah menyerah untuk membuka jalan komunikasi dengan pasangan karena akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan hubungan mu. Demikian langkah menghadapi silent treatment dari pasangan. Jangan mendiamkan dan menyerah dengan pasangan agar hubungan tidak kian berkonflik.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru