Sudah Dibuka Pendaftaran Pertalite Pakai MyPertamina? Berikut Caranya

Admin 0 Komentar

MyPertamina Kini Sudah Diberlakukan Pendaftaran Pertalite Dan Di Wajibkan Untuk Pengendara Rota 4, Berikut Cara Yang Bisa Kamu Ikuti

Indiffs – Pemerintahan sudah menghimbau kan penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan hari ini sudah dibuka pendaftaran untuk pembelian jenis Pertalite dan solar melalui aplikasi.

Corporate Secretary PT Pertamina Menjelaskan kendaraan yang menggunakan aplikasi Mypertamina untuk membeli BBM diantaranya adalah mobil pribadi dan termasuk mobil sewaan maupun mobil angkutan umum.

Walaupun begitu, pihak Pertamina belum bisa memastikan terkait pendaftaran My Pertamina bagi konsumen yang mengendarai sepeda motor. Penggunaan kendaraan roda 4 di wajib kan untuk mendaftarkan diri terlebih dahulu melalui aplikasi tersebut untuk pembelian BBM.

Cara mendaftarkan

MyPertamina

MyPertamina

Diambil Dari Detikfinance

Pendaftaran tidak hanya bisa dilakukan melalui aplikasi MyPertamina, tetapi juga lewat website https://subsiditepat.mypertamina.id/. Berikut Cara mendaftarkan nya

1. Siapkan dokumen yang dibutuhkan yaitu: KTP, STNK, Foto Kendaraan, dan dokumen pendukung lainnya
2. Buka website subsiditepat.mypertamina.id
3. Centang informasi memahami persyaratan
4. Klik daftar sekarang
5. Ikuti instruksi dalam website tersebut
6. Tunggu pencocokan data maksimal 7 hari kerja di alamat email yang telah didaftarkan, atau cek status pendaftaran di website secara berkala
7. Apabila sudah terkonfirmasi, unduh (download) kode QR dan simpan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.

Pembayaran Bisa Secara Tunai

Proses transaksi tidak diwajibkan melalui aplikasi MyPertamina. Pembayaran membeli Pertalite dan Solar tetap bisa dilakukan secara tunai dengan cara mencetak QR Code tersebut dan membawanya saat ke SPBU untuk kemudian dicocokkan datanya.

“Saya tegaskan pembayaran nanti masih terbuka untuk tunai dan non tunai. Tidak ada kewajiban download aplikasi MyPertamina dan pembayaran juga tidak wajib menggunakan aplikasi, tapi mau pakai aplikasi juga boleh,” tutur Irto.

Hal ini juga menjawab keresahan masyarakat mengenai keamanan menggunakan handphone (HP) di SPBU. Irto menegaskan, penggunaan aplikasi MyPertamina masih aman jika mematuhi ketentuan yang berlaku.

Larangan penggunaan HP berlaku untuk komunikasi telepon di zona-zona berbahaya, yaitu 1,5 meter dari dispenser SPBU atau area pembongkaran tangki. Uap-uap yang keluar saat pengisian akan berbahaya jika terpapar sinyal HP.

“Tapi untuk transaksi membaca QR code atau pembayaran sebenarnya dilakukan sebelum atau sesudah pengisian, jadi ada syaratnya untuk penggunaan HP di SPBU itu 1,5 meter dari dispenser dan tidak mengambil foto menggunakan flash,” terang Irto.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru