Tata Cara Shalat Safar Ketika Hendak Bepergian, Perlu Diketahui!

Wiwin Indriani 0 Komentar

karena bepergian jauh maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat safar terlebih dahulu. Berikut tata cara shalat safar:

Indiffs – Sholat lima waktu adalah salah satu kewajiban setiap umat muslim. Namun, ketika meninggalkan rumah karena bepergian jauh maka dianjurkan untuk melaksanakan shalat safar terlebih dahulu. Penting untuk mengetahui tata cara shalat safar bagi umat muslim.

Shalat safar merupakan salah satu rukhsah atau keringanan dalam Islam ketika seorang muslim sedang bepergian. Hal ini disebutkan langsung dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 101 berikut ini,

وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِ ۖ اِنْ خِفْتُمْ اَنْ يَّفْتِنَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ اِنَّ الْكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

“Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar salat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Tata Cara Shalat Safar

Menurut Imam Nawawi, shalat safar hanya disunnahkan bagi orang-orang yang hendak bepergian, dan boleh dilakukan di waktu apa pun. Artinya, ia boleh melakukan di malam hari maupun siang hari. Tujuan utama shalat safar adalah supaya mendapat keridhoan, keselamatan dan perlindungan dari Allah SWT.

Cara melakukan shalat ini sama dengan shalat fardhu, baik gerakan maupun bacaannya. Namun, yang membedakan antara sholat fardhu dan safar adalah hanya pada niatnya saja. Melakukan Shalat saat bepergian dengan memperpendek rakaat dari 4 menjadi 2 rakaat Dhuhur, Ashar dan Isya. Selain itu, dapat menggabungkan dhuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya. Berikut rakaat saat bepergian:

  • Shubuh: 2 Rakaat
  • Dhuhur: 2 Rakaat
  • Ashar: 2 Rakaat
  • Maghrib: 2 Rakaat
  • Isya: 2 Rakaat

Jika tidak dapat menemukan tempat yang tepat untuk melakukan shalat, Anda dapat shalat dalam posisi duduk, dan melakukan Tayamum sebagai pengganti Wudhu dengan air, jika tidak ada akses ke air atau tempat untuk berwudhu. Simak berikut ini tata cara shalat safar:

1. Niat

Hal yang pertama yaitu membaca niat seperti berikut ini,

أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatas safari rak’ataini lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat shalat sunah Safar dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

2. Takbir

Langkah berikutnya yaitu membaca takbiratul ihram,

اَللهُ أَكْبَرُ

Allahu Akbar

Artinya: “Allah Maha Besar”

3. Iftitah

Langkah yang berikutnya yaitu membaca iftitah. Bacaannya sama ketika melakukan sholat fardhu.

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا، كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ، وَالثَّلْجِ، وَالبَرَدِ

Allahumma baa’id bainii wa baina khathayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. Allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. Allahummaghsil khathayaaya bil maa-I wats tsalji wal barad.

Artinya: “Wahai Allah Jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan sebagaimana bersihnya baju putih dari kotoran, ya Allah basuhlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan air dingin.”

4. Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendek

Pada rakaat pertama, membaca surat Al-Fatihah dan disunahkan membaca Surat Al Kafirun. Sedangkan pada rakaat kedua, setelah membaca surat Al-Fatihah lalu dilanjutkan dengan Surat Al-Ikhlas. Setelah itu lanjut seperti sholat fardhu pada umumnya.

Doa Shalat Safar

Setelah selesai shalat, dianjurkan untuk membaca ayat kursi dan surat Quraisy. Setelah itu membaca doa Safar. Berikut bacaan doa shalat safar:

اَللَّهُمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَالبِرَّوَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَاتَرْضَى , اَللَّهُمَّ هُوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاَطُوْ عَنّا بُعْدَهُ.اَللّهُمَّ اَنْتَ الصَاحِبُ فِى السّفَرِوَالْخَلِفَةً فى الأَهْلِ.اللَّهُمَّ اِنِّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وكَابَةِ الْمَنْظَرِوَسُوْءِالْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ والأَهْلِ

Allahumma inna nas-aluka hazal birri wat taqwa wa minal ‘amali ma tardha. Allahumma hawwin ‘alaina safarona haza wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antas shohibu fis safari wal kholifatu fil ahli. Allahumma inni a’uzubika min wa’zais safari wa kabatil mandzar wa su-il munqolabi fil mali wal ahli.

“Ya Allah, sesunggunya kami memohon kepada-Mu kebaikan dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami. Ya Allah, mudhkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesunggunya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.”

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru