Tata Cara Sholat Hajat Beserta Doa Setelahnya, Yuk Amalkan!

Wiwin Indriani 0 Komentar

Sholat hajat adalah salah satu sholat sunnah yang dianjurkan ketika sedang mengalami kesulitan atau kesempitan. Berikut tata cara sholat hajat

INDIFFS.COM – Sholat hajat merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan kepada umat muslim ketika sedang mengalami kesulitan atau kesempitan. Ibadah ini merupakan satu bentuk ikhtiar agar keinginan dikabulkan oleh Allah SWT. Baik itu keinginan yang berkaitan dengan rezeki, jodoh, atau perlindungan dari perkara-perkara mudarat. Tata cara sholat hajat ini tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah lainnya.

Terdapat salah satu dalil mengenai sholat hajat yang dijelaskan dalam hadist riwayat At Tirmidzi dan Ibn Majah. Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa mempunyai hajat (kebutuhan) kepada Allah, atau kepada salah seorang anak Adam, hendaklah ia berwudhu dan menyempurnakan wudhu nya, sholat dua rakaat, kemudian hendaklah dia mengucapkan pujian kepada Allah dan mengucapkan sholawat kepada Nabi SAW, kemudian hendaklah berdoa.”

Tata Cara Sholat Hajat

Sholat hajat dapat dikerjakan pada waktu siang atau malam di luar waktu yang diharamkan untuk sholat sunnah. Namun, ada waktu terbaik untuk mengerjakan sholat hajat yaitu di sepertiga malam terakhir antara pukul 01.00 dini hari hingga menjelang subuh. Berikut tata cara sholat hajat yang dapat dilakukan:

1. Membaca niat sholat hajat

Adapun niat sholat hajat yaitu berikut ini,

اُصَلِّى سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَ

Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala.

Artinya: Aku berniat shalat hajat sunnah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala.

2. Membaca iftitah dan surat Al-Fatihah

Langkah kedua dalam tata cara sholat hajat yaitu membaca doa iftitah lalu setelahnya, dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah.

3. Membaca surat pendek

Membaca surat-surat pendek dapat dilakukan dengan membaca surat yang biasa dibaca saat melakukan sholat. Namun pada tata cara sholat hajat ini, alangkah baiknya untuk membaca surah Al-Ikhlas pada rakaat pertama ataupun Surat Al-Karifuun sebanyak 3 kali. Sedangkan pada rakaat kedua bisa membaca Ayat Kursi.

4. Rukuk dengan tuma’ninah dan membaca bacaannya

5. I’tidal dengan tuma’ninah dan membaca bacaannya

6. Sujud dengan membaca bacaannya

7. Duduk diantara dua sujud dengan membaca bacaannya

8. Sujud kedua dan membaca bacaannya

9. Berdiri untuk melakukan rakaat kedua

Dalam melakukan rakaat kedua tata cara sholat hajat yang dilakukan sama dengan rakaat pertama. Namun, pada rakaat kedua surat pendek yang sebaiknya dibaca ialah Ayat Kursi.

10. Duduk tasyahud akhir dan membaca doanya

11. Salam

Doa Setelah Sholat Hajat

Terdapat doa khusus yang dibaca setelah menunaikan sholat hajat. Sesuai dengan urutannya, doa khusus ini dibaca setelah selesai membaca shalawat nabi. Berikut doa setelah sholat hajat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

لَاِلَهَ اِلَّااللهُ الْحَكِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّوَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ اِثْمٍ لَا تَدَعْ لِى ذَنْبًا اِلَّا غَفَرْتَهُ وَلَا هَمًّا اِلَّافَرَّجْتَهُ وَلَاحَاجَةً اِلَّا هِيَ لَكَ رِضًااِلَّاقَضَيْتَهَا يَااَرْحَمَ الرَّحِمِينَ

“Laa ilaha illallaahul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.”

Artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Maha Penyantun dan Pemurah. Maha suci Allah, Tuhan pemelihara ‘arasy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu, dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa dari pada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan yang paling Pengasih dan Penyayang”. ( H.R. Turmudzi dan Ibnu Abi Aufa)

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru