Tips Pacaran Sehat Remaja Agar Terhindar Dari Hubungan Beracun

Hannii 0 Komentar

Pacaran sehat bisa dijalani oleh setiap pasangan bila mereka sudah benar-benar paham apa makna hubungan sehat itu sendiri.

IndiffsPacaran sehat bisa dijalani oleh setiap pasangan bila mereka sudah benar-benar paham apa makna hubungan sehat itu sendiri.

Beberapa pasangan baik itu pasangan anak muda hingga orang dewasa sekalipun seringnya mengklaim bahwa hubungan mereka sudah benar berada di kategori pacaran sehat.

Namun fakta dilapangan berkata lain, melansir dari laman Detik Health, Psikolog Ibu Rahmadani Hidayatin mengungkapkan bahwa setidaknya ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi dilakukan oleh remaja setiap tahunnya.

Belum lagi kasus kekerasan yang menimpa pasangan remaja maupun dewasa yang seringnya menyisakan trauma mendalam terutama bagi perempuan. Fakta di lapangan ini membuktikan bahwa pacaran sehat remaja maupun dewasa masih sangat jauh dari jangkauan para pasangan kekasih ini.

Meskipun begitu, tak sedikit juga pasangan muda maupun dewasa telah melakukan pacaran sehat hingga menuju jenjang pernikahan.

Tips Pacaran Sehat

Agar tidak terjebak dalam hubungan beracun, berikut adalah tips pacaran sehat untuk para remaja yang mulai jatuh cinta atau berpacaran.

1. Mampu Mengatasi Konflik

Konflik dalam hubungan pasti terjadi bahkan bila kalian sudah menjalaninya cukup lama. Konflik dapat berasal dari hal-hal kecil atau masalah besar, namun yang paling penting adalah kamu harus mencari cara bagaimana cara menyelesaikan perdebatan dengan pasangan tanpa emosi.

Kenali pasangan kamu dan tetap berbicara dengan tenang, sopan, cerdas dan kompromi untuk menemukan solusi terbaik. Bila kamu dapat menyelesaikan masalah dengan pasangan tanpa menyakiti hatinya, itu akan menambah ikatan dan nilai dalam hubungan.

2. Menyusun Agenda Kencan yang Bermanfaat

Kencan seperti sebuah ritual wajib yang dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Ya wajar saja, setelah beraktivitas di hari padat kerja kita pasti butuh refreshing dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. Kalau biasanya kamu cuma ke mall atau makan di restoran, mulai ganti kegiatan kencan dengan sesuatu yang bermanfaat.

Misalnya pergi ke tempat bernuansa alam yang bisa menyegarkan pikiran, ikut kegiatan sosial bareng, atau olahraga bersama. Manfaatnya terasa dan hubungan juga makin bahagia!

3. Saling Mendukung

Selanjutnya adalah saling mendukung. Maksudnya adalah dalam hal pekerjaan, karir maupun cita-cita pria maupun wanita serta membawanya kedalam doa masing-masing. Ketika setiap pasangan saling mendukung satu sama lain berarti hubungan kamu berada di jalan yang tepat.

Tentunya hal tersebut akan semakin meyakinkan kamu untuk terus melanjutkan hubungan itu terus sampai ke jenjang yang lebih serius yaitu menikah.

4. Jangan Lupakan Temanmu

Beberapa orang akan meninggalkan semua teman mereka setelah mereka mulai berpacaran. Mereka mungkin tidak bermaksud untuk itu, namun sering kali terlalu fokus pada hubungan membuat seseorang memiliki jarak dengan teman-temannya. Jadi, usahakanlah agar dirimu tidak seperti itu. Sebab, dirimu akan selalu membutuhkan kehidupan sosial di luar hubunganmu dengan pasangan.

5. Memiliki Batasan Privasi

Berpacaran berarti menggabungkan dua jiwa dalam satu hubungan, namun bukan berarti kamu tidak memiliki batasan privasi yang harus pasangan kamu hormati. Bukan berarti kamu memiliki rahasia, tapi itu adalah cara kamu menjaga perasaan dalam diri kamu sendiri.

Selain itu, kamu harus tetap menjadi individu yang mandiri dan berani, tidak tergantung pada pasangan untuk setiap hal di hidup kamu. Kamu harus tetap memiliki koneksi di luar hubungan dengan pasangan, hobi, pencapaian dan hidup yang kamu impikan.

6. Kejujuran

Kejujuran bukan hanya sebatas kamu tidak berpaling kepada orang lain, namun juga kejujuran tentang siapa diri kamu. Seiring berjalannya waktu dan intensitas hubungan, kamu harus jujur tentang perasaan, pikiran, kesukaan, masa lalu, dan berbagai hal lainnya tentang diri kamu pada pasangan. Ini akan meningkatkan kualitas hubungan dan meningkatkan kepercayaan.

7. Saling Menghargai

Pacaran yang sehat adalah pacaran yang bebas dari paksaan. Karena itu, penting bagi setiap pasangan untuk menentukan batasan-batasan yang diinginkan. Misalnya batasan fisik seperti tidak mau dicium.

Dalam pacaran yang sehat, bila satu pihak sudah menyatakan bahwa dirinya tidak mau dicium, pasangannya wajib menghormati batasan tersebut dan tidak memaksa dengan cara apa pun, termasuk dengan cara manipulasi seperti berjanji untuk menikahinya.

Pasangan kamu juga mungkin menetapkan batasan yaitu tidak boleh saling membuka isi chat dalam ponsel pasangannya. Bila salah satu pihak terus saja melanggar batasan ini, berarti pacaran sudah tidak sehat lagi.

Baiknya bagi remaja yang baru mengenal cinta atau menjalani hubungan, agar tetap berada dalam hubungan yang sehat maka kamu harus mengenal dengan siapa kamu menjalani hubungan, harus bersikap tegas saat terjadi hal yang tidak membuatmu nyaman dan tetap mengkomunikasikan tentang hubunganmu dengan orang terdekat seperti orang tua. Semoga bermanfaat!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru