Tokoh Perempuan yang Berperan Penting dalam Sumpah Pemuda

Hani Hnsa 0 Komentar

Pada momentum perjuangan itu, terdapat sejumlah tokoh perempuan penting yang berperan besar dalam lahirnya Sumpah Pemuda.

INDIFFS.COM – Kongres Pemuda II yang berlangsung pada 27-28 Oktober 1928 tidak hanya dihadiri oleh laki-laki saja. Sejarah mencatat dalam kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda itu turut dihadiri oleh tokoh perempuan.

Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah bangsa Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan. Setiap tahunnya, tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Pada momentum perjuangan itu, terdapat sejumlah tokoh penting yang berperan besar dalam lahirnya Sumpah Pemuda. Namun, dalam beberapa dokumentasi sejarah ada beberapa nama yang jarang disebutkan. Padahal, mereka juga memiliki peran penting di balik peristiwa Sumpah Pemuda.

Tokoh Perempuan Sumpah Pemuda

Dari berbagai dokumentasi yang menceritakan peristiwa ini, jarang sekali yang menyorot keterlibatan beberapa tokoh perempuan di balik sumpah pemuda. Melansir dari berbagai sumber, berikut deretan tokoh perempuan yang turut hadir dalam lahirnya Sumpah Pemuda:

1. Poernomowoelan

Nona Poernomowoelan merupakan seorang guru yang menjadi salah satu perwakilan pemuda Taman Siswa. Ia menjadi pembicara pertama di mimbar Kongres Pemuda II.

Selain itu, Poernomowoelan juga dikenal sebagai tokoh yang aktif di bidang pendidikan. Bahkan, ia berpidato soal mencerdaskan bangsa yang harus disertai dengan pendidikan yang tertib dan disiplin. Menurutnya, anak harus mendapat pendidikan yang baik di sekolah maupun di rumah.

2. Siti Soendari

Selanjutnya, Siti Soendari yang merupakan adik bungsu dr. Soetomo. Beliau berasal dari kalangan Jawa elit dan berhasil menempuh pendidikan tinggi dengan gelar Meester in de Ritchen (Sarjana Hukum) di Universitas Leiden di Belanda pada tahun 1934.

Pada masa itu, tidak mudah bagi perempuan untuk bisa mengenyam pendidikan yang tinggi. Bahkan, Siti merupakan perempuan ke-2 yang berhasil mendapat gelar tersebut. Selain berhasil dalam pendidikan, Siti juga pernah menjabat sebagai direktur bank.

3. Emma Poeradiredja

Tokoh perempuan yang selanjutnya yaitu Emma Poeradiredja. Ia merupakan tokoh perempuan yang mengenyam pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Selama hidupnya, ia aktif dalam berbagai organisasi yang bergerak di bidang perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kesetaraan perempuan. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota DPR/MPR Indonesia.

Di Kongres Pemuda II, Emma yang menjabat sebagai ketua Cabang Bandung Jong Islamieten Bond berpidato mengenai peran para perempuan agar terlihat tidak hanya dalam pembicaraan pergerakan namun juga dengan perbuatan.

4. Johanna Masdani Tumbuan

Saat Kongres Pemuda dilaksanakan, Johanna Masdani Tumbuan masih berusia 18 tahun. Meski demikian, ia diketahui telah aktif dalam perjuangan kemerdekaan. Johanna sendiri pernah menerima berbagai penghargaan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto hingga Presiden BJ habibie.

Beberapa penghargaan yang pernah ia raih seperti medali Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia (1953), Bintang Satya Gerilya (1958), Bintang Satya Lencana Penegak (1967), Bintang Mahaputera Utama (1998) dan penghargaan lainnya.

Itulah beberapa tokoh perempuan hebat dan meng-inspirasi yang berperan penting saat momen Sumpah Pemuda. Semoga menambah wawasan!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru