Urutan Pelaksanaan Haji Yang Wajib Diketahui

Admin 0 Komentar

Urutan pelaksanaan haji wajib diketahui bagi umat Islam, khususnya bagi yang akan melaksanakan ibadah haji.

Urutan pelaksanaan haji wajib diketahui bagi umat Islam, khususnya bagi yang akan melaksanakan ibadah haji. Haji termasuk ke dalam rukun Islam kelima dan menjadi suatu kewajiban bagi mereka yang mampu secara fisik dan finansial. Hukum melaksanakannya adalah fardhu bagi perempuan dan laki-laki. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 97.

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Arab latin: Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahụ kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn.

Artinya: “Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam,”

Urutan Pelaksanaan Haji

Ibadah haji adalah ziarah islam yang dilaksanakan setiap tahun ke kota Mekkah. Apa saja yang dilakukan dan bagaimana urutan ibadah haji?

Urutan Haji Pertama: Melakukan Ihram dan Niat

Urutan haji yang pertama adalah ihram, yaitu rukun haji yang wajib dilakukan. Ihram adalah memahaki pakaian serba putih yang tidak dijahit bagi laku-laki dan menutup seluruh aurat kecuali wajah dan telapak tangan bagi perempuan. Selain memakai pakaian ihram, jamaah haji berniat untuk ihram haji.

Ibadah haji dilakukan mulai tanggal 8 Dzulhijjah setiap tahun. jemaah haji melakukan ihram dengan niat dari tempat asal masing-masing. Kemudian seluruh jemaah haji berteduh di tenda sambil menunggu waktu wukuf di Arafah yang dimulai tanggal 9 Dzulhijjah ketika matahari terbit.

Kedua: Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah dan dimulai setelah Matahari tergelincir hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah atau Hari Raya Idul Adha. Pada pelaksanaan wukuf, terdapat beberapa amalan yang bisa dikerjakan, yaitu:

  • Mengerjakan sholat Dzuhur dan Ashar dengan cara qasar dan jamak di awal waktu
  • Mendengarkan khutbah wukuf
  • Memperbanyak doa
  • Memperbanyak dzikir
  • Membaca Al-Qur’an
  • Mengerjakan sholat Maghrib dan Isya dengan cara qashar dan jamak di awal waktu

Ketiga: Mabit di Muzdalifah

Setelah melakukan wukuf, jamaah meninggallkan Arafah menuju Muzdalifah untuk menginap. Perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah tersebut merupakan perjalanan yang dikenal sebagai perjalanan yang penuh perjuangan karena jutaan manusia berbondong-bondong berjalan ke sana sambil mengambil kerikil sebanyak 49 butir atau 70 butir dan melempar jumrah.

Keempat: Melempar Jumrah Aqabah

Jumrah Aqabah dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijah, jamaah berangkat dari Muzdalifah dan berjalan menuju Mina sebelum matahari terbit untuk melempar Jumrah Aqabah. Lemparan tersebut dilakukan sebanyak 7 kali, tidak boleh tujuh sekaligus tetapi melempar kerikil satu per satu.

Kelima: Cukur Rambut

Usai melempar jumroh Aqabah, Kemudian, jemaah bertahalull atau mencukur rambutnya minimal tiga helai. Diperbolehkan juga bagi jamaah yang ingin menggundulkan rambutnya.

Keenam: Mabit di Mina

Ibadah yang dilakukan selanjutnya yakni Mabit. Mabit dilaksanakan di Mina. Setelah melakukan tahalul awal, jamaah menuju ke Mina. Jamaah menginap selama 2 hari yakni anggal 11 hingga 12 Dzulhijjah. Jamaah disunahkan melontar jumrah dengan tiga tujuan atau sasaran.

Ketujuh: Thawaf Ifadhah

Selanjutnya, jamaah haji bertolak menuju Kabah untuk melaksanakan thawaf ifadhah. Para jamaah haji mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali sambil membaca talbiyah. Sebelum thawaf, membaca niat terlebih dahulu.

Saat membaca talbiyah, laki-laki disarankan bersuara nyaring sedangkan perempuan disarankan lirih. Pelaksanaan thawaf dimulai tengah malam pada 10 Dzulhijjah sampai kapan saja. Lebih utama dilaksanakan pada hari-hari tasyrik.

Kedelapan: Sa’i

Setelah melakukan Thawaf Ifadhah, jemaah melanjutkan ibadah Sa’i yakni berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Jamaah yang melakukan sai artinya pelaksanaan ibadah hajinya telah selesai.
Sa’i diawali dengan membaca niat, lalu dari Bukit Shafa menuju lampu hijau pertama dengan berjalan kaki biasa. Kemudian dari lampu hijau pertama ke lampu hijau kedua berlari-lari kecil. Kemudian menuju Bukit Marwa dengan berjalan kaki biasa.

Urutan Haji Terakhir Kesembilan: Thawaf Wa’da

Thawaf Wa’da artinya adalah perpisahan. Setelah menunaikan semua rukun, jemaah melakukan thawaf wada sebelum akhirnya meninggalkan Mekkah lalu kembali ke tempat tinggalnya masing-masing atau negaranya masing-masing.

Setelah thawaf wada, jamaah tidak diperkenankan untuk menginap lagi di hotel, kecuali hanya untuk menunggu bus atau mengambil barang-barangnya. Bagi yang sakit dan haid, jamaah tidak wajib melaksanakan thawaf wada dan tidak dikenai denda.

Demikian penjelasan tentang urutan haji yang harus diingat oleh para calon jamaah haji.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru