Waspada Varian Baru XBB Covid-19, Begini Anjuran Kemenkes!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Varian baru XBB Covid-19 ini terdeteksi di Indonesia, Kemenkes beri anjuran pada masyarakat Indonesia untuk tetap waspada dan mengantisipasi.

INDIFFS.COM – Ternyata pandemi ini masih belum berakhir, dimana terdapat beberapa negara yang kembali mendapat hantaman varian baru dari strain Covid-19. Jika sebelumnya Omicron, Centaurus, kini para ahli memberi peringatan soal varian XBB Covid-19. Dimana varian baru ini menyebar di wilayah Asia Tenggara, yang tercatat sejumlah kasus positif yang cukup meningkat di Singapura.

Tak hanya itu, Subvarian Omicron XBB ini telah terdeteksi di Indonesia, bahkan masyarakat diminta waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker.

Apa Itu Varian XBB COVID-19?

Dilansir dari The Official Website IDX Channel, berikut penjelasan seputar varian Xbb covid-19.

XBB adalah “kelas baru” varian Omicron yang menyebar dengan cepat, kata Thomas Russo, M.D., profesor dan kepala penyakit menular di University at Buffalo di New York.

“XBB adalah versi hibrida dari dua strain BA.2 varian Omicron,” jelas Amesh A. Adalja, M.D., seorang sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

Saat ini varian tersebut menyebar secara efisien di Singapura. Varian ini pertama kali terdeteksi pada Agustus 2022 di India, dan telah terdeteksi lebih dari 17 negara sejak saat itu, termasuk Australia, Bangladesh, Denmark, India, Jepang, dan A.S.

Menurut studi pra-cetak dari para peneliti di China, strain baru Omicron, dan XBB. Khususnya, merupakan strain yang paling menghindari antibodi yang diuji, jauh melebihi BA.5 dan mendekati tingkat SARS-CoV-1.

XBB ini dianggap memiliki kemampuan terbaik untuk menghindari perlindungan antibodi dari varian Covid, menurut studi pra-cetak dari para peneliti di China.

Artinya vaksin dan antibodi dari seseorang yang telah menderita Covid-19 tidak bekerja secara efektif terhadap XBB. Obat antibodi seperti Evoshield dan Bebtelovimab diperkirakan juga kurang efektif.

“Varian ini berevolusi untuk menghindari perlindungan antibodi,” kata Dr. Russo.

Namun, jangan panik. Dalam hal berkurangnya efektivitas vaksin, penting untuk menyadari bahwa perlindungan vaksin tidak semuanya sama dan tidak berguna sama sekali.

“Bahkan terhadap varian paling kuat terhadap sistem imun, perlindungan vaksin tetap memiliki efek,” ujar Dr. Adalj

Gejala Varian XBB

Adapun sejauh ini, gejala XBB terlihat mirip dengan varian Covid-19 pada umumnya. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), itu dapat mencakup:

  • Demam.
  • Batuk.
  • Sesak nafas.
  • Kelelahan.
  • Pegal-pegal pada beberapa bagian tubuh.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan rasa dan penciuman.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hidung mampet dan pilek.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.

Anjuran Kemenkes

Ada beberapa anjuran Kementrian Kesehatan bagi masyarakat Indonesia saat menghadapi situasi seperti ini untuk tetap waspada dan berhati-hati. Dimana tidak sekedar waspada, namun tentu saja memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker dan rajin cuci tangan.

Sementara itu, dr. Syahril meminta masyarakat turut melakukan vaksin karena menjadi keharusan dalam meningkatkan proteksi diri dari Covid-19 varian XBB.

“Segera lakukan booster bagi yang belum, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat COVID-19,” terang Jubir Syahril.

Setelah melakukan vaksin, masyarakat harus mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai masker. Tak kalah penting adalah melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala COVID-19.

Kementrian Kesehatan juga sudah meningkatkan pengawasan kedatangan WNI dan WNA di pintu-pintu masuk negara.

Demikian informasi seputar Varian terbaru XBB Covid-19, yang dimana masyarakat Indonesia dianjurkan untuk tetap waspada.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru