16 Oktober 2022 : Sejarah Hari Parlemen Indonesia

Resa Azzahra 0 Komentar

Hari Parlemen Indonesia diperingati setiap tanggal 16 Oktober yang berfungsi untuk mewadahi aspirasi masyarakat. Berikut sejarahnya!

INDIFFS.COM – Tanggal 16 Oktober 2022 jatuh pada Hari Minggu merupakan Peringatan Hari Parlemen Indonesia. Hari peringatan ini diperingati setiap tanggal 16 Oktober, menandai fungsi lembaga perwakilan untuk mewadahi aspirasi masyarakat yang sangatlah penting. 

Badan Legislatif yang disebut Parlemen dilaksanakan oleh sebuah Pemerintahan dengan sistem Perlementer. Pada sistem ini, Eksekutif secara Konsitusional bertanggungjawab kepada Parlemen. Bahwa, hal ini dapat dibandingkan dengan sistem oresudensial yang dimana Legislatif tidak dapat memilih atau memecat Kepala Pemerintahan dan begitu juga sebaliknya Eksekutif tidak dapat membubarkan Parlemen.

Sejarah Hari Parlemen Indonesia

Di indonesia, Parlemen dikenal dengan sebutan Dewan perwakilan Rakyat atau DPR. Lantas bagaimana sejarah pembentukan DPR? Lahirnya DPR terbagi menjadi 3, yakni masa Volksraad, masa perjuangan kemerdekaan dan masa dibentuknya KNIP. Berikut ini adalah sejarah pembentukan Parlemen:

Pada awalnya, Parlemen Indonesia dibentuk pada zaman penjajahan Belanda dengan nama Volksraad atau Dewan Rakyat. Fungsi Volksraad pada saat itu ialah untuk menampung aspirasi masyarakat dibawah penjajahan Belanda.

Yang dimana pada 1943, tentara Dai Nippon atau Jepang hadir dengan Nusantara. Rakyat Indonesia menyambut Jepang dengan gembira sebagai saudara jauh yang membebaskan Tanah Air dari penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, ada sebuah badan yang dapat mewakili aspirasi masyarakat bernama Komite Nasional Indonesia Pusat atau yang disingkat KNIP, yang dibentuk pada tanggal 19 Agustus 1945 dengan tugas atau tujuan utama untuk membantu Presiden. 

Akan tetapi pada kenyataannya, Jepang tidak jauh berbeda dengan Belanda. Pemerintahan Jepang juga menjajah wilayah Nusantara dan melarang seluruh kegiatan politik, Volksraad pun sudah tidak berlaku lagi di Tanah Air. 

Akhirnya pada 14 Agustus 1945, Jepang mengalami kemunduran lantaran pengeboman Horoshima dan Nagasaki. Para tokoh muda berusaha menjatuhkan Soerkarno-Hatta dan mendesak mereka untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. 

Setelah berunding satu malam dirumah Laksamana Maeda, Soekarno-Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Sejak saat itu Indonesia resmi menjadi negara yang merdeka. Usai kemerdekaan, Mohammad-Hatta dan Sutan Sjahrir menyadari bahwa Indonesia membutuhkan badan yang mampu mewakili aspirasi rakyat. 

Pada Tanggal 16 Oktober 1945 Mohammad Hatta mengeluarkan maklumat Nomor X yang mengubah tugas KNIP dari pembantu Presiden menjadi Presiden untuk menyusun Undang-Undang dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Maklumat Mohammad Hatta ini sudah berdasarkan pertimbangan politik Internasional agar Indonesia dapat diakui sebagai negara demokratis yang telah memiliki aparatur lengkap, hal ini menjadi tonggak sejarah lahirnya parlemen di Indonesia, sampai saat ini pada tanggal 16 Oktober yang diperingati sebagai Hari Parlemen Indonesia dan pada 29 Agustus 1945, Komite Indonesia Pusat (KNIP) resmi dibentuk.

Dengan adanya peringatan tersebut, baik  anggota dewan maupun masyarakat dapat bersama-sama merefleksikan pilar-pilar integrasi nasional dengan persatuan dan kesatuan. Hari ini menjadi momentum untuk merefleksikan pelaksanaan fungsi kedewasaan, demi membangun Indonesia yang lebih maju dan masyarakat yang lebih sejahtera. 

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru