Pentingnya Menjaga Lisan Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Wiwin Indriani 0 Komentar

Islam memperingatkan seluruh umatnya agar senantiasa untuk menjaga lisannya. Berikut hadist dan firman Allah tentang menjaga lisan

INDIFFS.COM – Sangat penting untuk menjaga lisan, sebab lisan diibaratkan pisau yang apabila salah menggunakannya akan melukai banyak orang. Oleh sebab itu, ajaran Islam memperingatkan seluruh umatnya agar senantiasa untuk menjaga lisannya. Peringatan tersebut dimuat dalam beberapa dalil, baik dalam Alquran maupun hadits Nabi.

Penjelasan Menjaga Lisan

Berikut hadist dan firman Allah SWT tentang pentingnya menjaga lisan:

  • Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 144, Allah SWT berfirman:

لَا خَيْرَ فِيْ كَثِيْرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ اِلَّا مَنْ اَمَرَ بِصَدَقَةٍ اَوْ مَعْرُوْفٍ اَوْ اِصْلَاحٍۢ بَيْنَ النَّاسِۗ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيْهِ اَجْرًا عَظِيْمًا

Artinya: “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar.” (Q.S. an-Nisa'[4]: 114)

Allah memperingatkan bahwa terdapat malaikat yang mencatat setiap ucapan manusia, yang baik maupun yang buruk. Allah SWT berfirman:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ

Artinya: “Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf [50]: 18)

  • Hadist Tentang Menjaga Lisan

Dalam hadis yang disanadkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda untuk memerintahkan orang-orang yang beriman agar senantiasa berkata baik atau menjaga lisannya (diam).

Artinya, dengan menjaga omongan serta berkata baik dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Berikut bunyi dari hadis tersebut:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Pada hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ، يَنْزِلُ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Artinya: “Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikirkan terlebih dahulu, dan karenanya dia terjatuh ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat.” (HR. Muslim )

Hadits di atas menerangkan bahwa jika seseorang berbicara tanpa memikirkan apa yang hendak ia katakan, ia akan terjerumus ke dalam neraka.

Cara Menjaga Lisan

Adapun cara menjaga lisan berikut ini yang dapat diterapkan dalam sehari-hari:

  1. Selalu berpikir sebelum berucap
  2. Kurangi berkata negatif pada diri sendiri
  3. Tunjukkan kepedulian pada diri
  4. Tidak selalu menyampaikan apa yang didengarkan kepada orang lain
  5. Jauhi sikap sombong dan membanggakan diri
  6. Perbanyak membaca Al-Qur’an

Itulah penjelasan hadist dan firman Allah SWT dan bagaimana cara untuk menjaga lisan yang perlu diketahui.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru