Etika Bercanda Agar Tidak Memicu Permusuhan, Apa Saja?

Hani Hnsa 0 Komentar

kamu perlu memahami apa saja etika bercanda agar tidak sampai menimbulkan permusuhan. Seperti apa etika yang dimaksud?

IndiffsBercanda itu penting agar hubungan bisa terjalin dengan nyaman karena diselingi dengan hal-hal yang bikin lucu. Akan tetapi, tidak semua lelucon bisa membuat orang tertawa. Tidak sedikit apa yang dianggap bercanda sebenarnya bikin seseorang tersinggung, dan memicu permusuhan. Untuk itulah kamu perlu memahami apa saja etika bercanda agar tidak sampai menimbulkan permusuhan. Seperti apa etika yang dimaksud? Untuk tahu lebih lanjut, simak penjelasannya di bawah ini!

Tidak Menjadikan Penampilan Sebagai Bahan Candaan

Mirisnya body shaming seperti ini bahkan sering ditemui pada acara-acara televisi nasional. Masih banyak orang yang menganggap bercanda dengan membahas penampilan fisik itu bukan perkara serius. Padahal, aksi seperti ini terkadang bisa membuat mental atau fisik seseorang jadi terganggu, lho. Sebagai contoh, sering diolok-olok gendut jadi mendorong seseorang untuk diet instan, yang kemudian merugikan kesehatan. Makanya, hati-hati dengan mulutmu, ya.

Jangan Menyinggung SARA

Hal lain yang perlu kamu hindari saat bercanda, adalah menyinggung SARA. Persoalan SARA ini sangatlah sensitif, jadilah lebih kreatif lagi dalam bercanda. Tidak perlu menyinggung SARA segala yang tidak hanya bisa membuat seseorang sakit hati, tetapi juga dapat menyebabkan permusuhan kolektif.

Selalu Lihat Situasi Saat Ingin Bercanda

Bercanda biasanya memang bisa membuat suasana jadi hangat dan menyenangkan. Namun, hal sebaliknya bisa terjadi jika kamu bercanda dalam situasi yang tidak tepat. Misalnya dalam situasi yang serius, tentu tidak etis kalau kamu malah bercanda, apalagi kalau yang sedang terjadi adalah suasana dukacita. Makanya, setiap kali timbul keinginan untuk bercanda, jangan lupa untuk mempertimbangkan situasinya. Selain itu, pertimbangkan juga orang yang ada di sekitarmu. Jangan bersikap tidak sopan pada orang yang harusnya kamu hormati hanya supaya dianggap lucu atau untuk mencairkan suasana.

Sesuaikan Candaan Mu dengan Usia Lawan Bicara

Hal ini memiliki korelasi terhadap norma kesopanan. Alasan utama mengapa kamu perlu menyesuaikan candaan kamu dengan usia lawan bicara adalah agar konteks guyonannya tidak merembet ke arah yang sensitif.

Contohnya saat kamu bercanda dengan anak remaja dan menggunakan gaya candaan usia 40 tahun ke atas, pastinya mereka akan menganggap kamu aneh. Sebaliknya apabila kamu mengajak bercanda dengan orang usia 40an menggunakan gaya anak muda, bisa saja kamu dianggap tidak sopan.

Segera Minta Maaf Jika Ada yang Tersakiti

Jika ternyata kamu tidak bermaksud sama sekali untuk menyakiti orang lain dengan candaan mu, tapi nyatanya sudah bikin orang tersinggung, maka cepatlah meminta maaf. Tidak perlu memberi banyak alasan. Cukup buktikan dengan ketulusan kalau kamu memang benar-benar menyesal sudah menyinggungnya.

Sadari Bahwa Standar Lucu Orang Tidak Sama

Mungkin bagi sebagian orang berkata kasar dianggap lucu. Tetapi, tidak semua orang akan berpikir sama. Ada banyak pula yang malah jadi tidak respek apabila kamu berkata-kata kasar hanya demi membuat orang lain tertawa. Justru sikap demikian bisa membuatmu dianggap haus perhatian, lho, dan orang tidak akan suka.

Itulah beberapa etika bercanda yang mesti dipahami agar tidak sampai menyulut permusuhan. Lebih bijak lagi dalam berkata-kata, ya, karena gak semua orang bisa menerima!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru