Penyebab Gempa di Cianjur, Yang Mematikan Banyak Korban Jiwa

Dini NHaH 0 Komentar

BMKG mengungkapkan, penyebab banyaknya korban jiwa dan signifikannya kerusakan setelah terjadinya gempa bumi di Cianjur. Simak ulasannya!

INDIFFS.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, alasan banyaknya korban meninggal dunia dan signifikannya kerusakan akibat gempa tektonik bermagnitudo 5,6 pada Senin (21/11/2022) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Terkait penyebab gempa di Cianjur punya daya rusak yang besar, BMKG memberikan penjelasan.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan, ada beberapa hal yang memicu ribuan bangunan rusak akibat bencana gempa bumi.

1. Gempa Dangkal

Kedalaman pusat gempa biasanya dinyatakan dalam hiposenter atau hipsentrum. Mengutip dari Magna Indonesia, Hiposenter sendiri berarti “di bawah pusat”. ini adalah titik dalam bumi tempat terjadinya gempa bumi yang dinyatakan dalam lintang, bujur dan kedalaman.

Kedalaman hiposenter pusat gempa Cianjur sendiri adalah 10 km. Sepintas, ratusan gempa susulan berkekuatan kurang dari 5. Namun, Daryono mengatakan tidak perlu gempa berkekuatan besar untuk merusak wilayah tersebut.

2. Struktur Bangunan

Sementara itu, kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, struktur bangunan di lokasi terdampak tak memiliki kualitas tahan gempa.

“Mayoritas bangunan yang terdampak karena dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa yang menggunakan besi tulangan dengan semen standar. Akibatnya, bangunan tersebut tidak mampu menahan guncangan gempa,” tutur kepala (BMKG) Dwikorita Karnawati, Selasa (22/11/2022).

“Perlu dipahami, bahwa banyaknya korban jiwa dan luka-luka dalam gempa bumi Cianjur bukan diakibatkan guncangan gempa bumi, melainkan karena tertimpa bangunan yang tidak sesuai dengan struktur tahan gempa bumi,” lanjut Dwikorita.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, maka perlu mengetahui karakteristik dan ciri bangunan tahan gempa. Terutama, hal ini merupakan salah satu penyebab terjadinya gempa di Cianjur tersebut.

3. Lokasi Permukiman

Daryono menambahkan, faktor selanjutnya yang menyebabkan banyaknya korban meninggal dunia dan luka-luka serta kerusakan yang luas adalah lokasi permukiman. Dia mengatakan, di wilayah terdampak gempa banyak permukiman yang berada di tanah lunak dan di puncak bukit.

“Gempa itu sebenarnya tidak membunuh dan melukai, tapi bangunan yang tidak standar aman gempa yang kemudian roboh menimpa penghuninya itu menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa dan luka,” tandasnya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru