3 Amalan Setelah Sholat Subuh, Dapat Mendatangkan Rezeki!

Wiwin Indriani 0 Komentar

Pada waktu subuh, Rasulullah SAW menganjurkan umat islam untuk banyak mengingat Allah. Salah satunya menjalankan amalan setelah sholat subuh.

INDIFFS.COM – Sholat fardhu lima waktu menjadi kewajiban semua manusia yang beragama Islam. Salah satu sholat yang memiliki banyak keutamaan adalah sholat subuh. Pada waktu subuh, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak mengingat Allah. Salah satunya dengan menjalankan amalan setelah sholat subuh.

Amalan Setelah Sholat Subuh

Berikut ini terdapat beberapa amalan yang dapat umat muslim lakukan setelah sholat subuh:

1. Doa Setelah Sholat Subuh

Terdapat bacaan doa setelah sholat subuh agar di beri kemudahan rezeki. Lafal ini di ucapkan oleh Rasulullah SAW setelah salam.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii asaluka ‘ilmaanaafi’aa. Wa rizqontoyyibaa wa amalammutaqobbalaa

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Selain itu, terdapat doa memohon rezeki di pagi hari setelah sholat subuh.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ وَمَلَائِكَتَكَ وَجَمِيعَ خَلْقِكَ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ

Allahumma inni ashbathu usyhiduka wa usyhidu hamalata ‘arsyika wa malaikatika wa jami’a khalqika annaka antallahu la ilaha illa anta wa anna Muhammadan ‘abduka wa rasuluka.

Artinya: “Ya Allah, aku telah berpagi, aku persaksikan Engkau, dan aku persaksikan kandungan ‘arys-Mu, malaikat-malaikat-Mu serta seluruh makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tiada tuhan selain-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu. (Sunan Abi Dawud, Kitab Al-Adab, Bab Ma Yaqulu Idza Ashbaha, nomor 4407).

2. Dzikir

Membaca lafal berikut ini:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Laa ilaa ha illallohu wahdahu laa syarikalah Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syaiing qodir

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Atasnya kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Bacaan tersebut sebagaimana terdapat dalam hadist riwatat At-Tirmidzi.

عَنْ أَبِي ذَرٍّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ فِي دُبُرِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَهُوَ ثَانٍ رِجْلَيْهِ قَبْلَ أَنْ يَتَكَلَّمَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ كُتِبَتْ لَهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ وَرُفِعَ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ وَكَانَ يَوْمَهُ ذَلِكَ كُلَّهُ فِي حِرْزٍ مِنْ كُلِّ مَكْرُوهٍ وَحُرِسَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَلَمْ يَنْبَغِ لِذَنْبٍ أَنْ يُدْرِكَهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ إِلَّا الشِّرْكَ بِاللَّهِ

‘an abii dzarrin anna rosuulallahi sholallahu ‘alaihi wa sallama qoola man qoola fii duburi sholaatil fajri wahuwa tsaaninrijlaihi qobla an yatakallama Laa ilaa ha illallohu wahdahu laa syarikalah Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa ‘alaa kulli syaiing qodirun ‘asyromarrootin kutibat lahu ‘asyruhasanaatin wa muhiyat ‘anhu ‘asyaru sayyi aatin wa rufi ‘a lahu ‘asyru darojatin wa kaa na yaumahu dzalika kullahu fii hirzin min kulli makruuhi wa hurisa mingsyaithooni walam tanbagi lidzanbi an yudrikahu fii dzalikal yaumi illaas syarka billaahi

Artinya: “Dari Abu Dzar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang mengucapkan selesai sholat Subuh dalam keadaan belum merubah posisi kakinya sebelum berbicara (yang lain): Laa Ilaaha Illallah wahdahu laa syariika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wahuwa ‘ala kulli syai-in qodiir (Tidak ada Tuhan selain Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kekuasaan dan milik-Nya lah segala pujian. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Atasnya kebaikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sepuluh kali, tercatat untuknya 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan, diangkat 10 derajat dan hari itu dilindungi dari segala yang dibenci dan dibentengi dari syaithan dan tidak ada dosa yang bisa membatalkan amalannya pada hari itu kecuali kesyirikan (H.R At-Tirmidzi, dihasankan olehnya dan disepakati oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Nataaijul Afkaar (2/304))

3. Amalan Setelah Sholat Subuh

Imam An-Nawawi menyebut Sayyidul Istighfar sebagai lafal yang baik dan utama di baca saat subuh atau pagi hari dan petang. Bunyi lafal Sayyidul Istighfar sebagaimana di contohkan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Bukhari adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii. Wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’uudzu bika min syarri maa shana’tu. Abuu’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abuu’u bidzanbii. Faghfirlii. Fa innahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: “Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

Nah, itu lah beberapa amalan yang dapat umat muslim lakukan setelah selesai sholat subuh yang dianjurkan Rasulullah SAW.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru