Apa Itu Toxic People? Ketahui Ciri-Ciri dan Cara Mengatasinya!

Hani Hnsa 0 Komentar

Istilah toxic people sering terdengar akhir-akhir ini baik di sosial media ataupun kehidupan nyata. Lalu, bagaimana ciri-ciri orang toxic?

INDIFFS.COM – Istilah toxic people sering terdengar akhir-akhir ini baik di sosial media ataupun kehidupan nyata. Ini adalah kondisi kepribadian seseorang yang dapat memberikan energi negatif pada orang sekitarnya. Rasa tidak nyaman dan depresi pun menjadi dampak yang sering ditimbulkan. Tak hanya orang lain, tanpa disadari bisa saja sifat toxic ini melekat pada kepribadian.

Apa Itu Toxic People?

Ungkapan toxic people digunakan untuk menggambarkan seseorang yang cenderung menyusahkan atau merugikan orang lain. Menurut psikiater Abigail Brenner, toxic bukan istilah formal dalam psikologi, melainkan ungkapan tentang perasaan orang ketika berhadapan dengan individu tertentu. Toxic juga menggambarkan interaksi ketika perilaku individu sering bermusuhan.

Pengertian toxic adalah orang-orang yang miliki sifat beracun. Biasanya memiliki kepribadian yang terkenal akan menyusahkan serta memberi dampak negatif pada orang sekitarnya. Bahkan, bisa saja kita sendiri juga terkadang memiliki sifat toxic tersebut.

Arti toxic merujuk pada seseorang yang susah merasakan kebahagiaan, suka memandang orang lain miliki sifat yang buruk, hidupnya penuh dengan rasa curiga, suka mengeluh serta jarang merasakan kepuasan. Sifat toxic yang dimiliki seseorang ini juga dapat menukar kepada orang lainnya. Hal itu dikarenakan sifat toxic ini dapat merusak suasana yang menyenangkan menjadi suasana yang tak menyenangkan.

Ciri-Ciri

Melansir dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri orang toxic atau toxic people:

  • Tidak Memiliki Empati dan Simpati

Dalam hubungan pertemanan yang sehat, sikap empati dan simpati akan sangat penting untuk dilakukan. Namun, sekali lagi toxic adalah suatu kepribadian yang membuat orang akan enggan memiliki rasa empati dan simpati.

Contohnya saat ada teman sedang dalam masalah, bukan mendukung dan menghibur, mereka justru sibuk menghakimi atau menyalahkan. Sikap seperti ini menunjukkan ciri-ciri orang ‘beracun.’

  • Gemar Memanipulasi Orang Lain

Sikap menyebalkan lainnya dari toxic people adalah sikap yang suka mengontrol dan memanipulasi orang lain. Mereka akan membuat orang lain melakukan apa yang mereka inginkan. Mereka akan menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan mereka. Orang toxic juga tidak ragu untuk berbohong dan berkelit dengan sejuta alasan bila kebohongan nya terkuak.

  • Hanya Mau Senangnya Saja

Orang yang mau senangnya saja termasuk ke dalam toxic people. Mereka tidak akan ada saat temannya membutuhkan. Jika mereka membantu, maka kebaikan yang mereka lakukan akan terus dibahas.

  • Mudah Meremehkan dan Merendahkan

Apa pun kesuksesan atau keberhasilan orang lain, toxic people akan selalu menyangkal. Ketika dia tahu ada orang di dekatnya berhasil dan mendapat suatu pencapaian, dia secara tidak langsung akan membanding-bandingkan secara negatif dengan dirinya sendiri, atau bahkan menjatuhkan. Intinya, dia tidak senang atas keberhasilan yang temannya miliki dan mencoba untuk merendahkan.

  • Tidak Konsisten

Orang-orang toxic akan mudah dikenali dengan perkataannya yang tidak konsisten. Padahal, sebuah konsistensi akan sangat diperlukan dalam hubungan. Jika seseorang memiliki konsistensi, orang tersebut dinilai akan dapat memenuhi perkataannya dan dapat menepatinya.

  • Playing Victim

Toxic people umumnya tidak menyadari bahwa perilaku mereka terhadap orang lain sesungguhnya beracun. Mereka malah sering merasa atau meyakini bahwa dirinya adalah korban. Dengan ini, orang toxic menyalahkan orang lain ketika terjadi sesuatu akibat perbuatannya sendiri. Playing victim pun menjadi tanda-tanda yang sangat terlihat dari orang yang sangat toxic.

Cara Mengatasi Orang Toxic

Ketika kamu memiliki lingkungan pertemanan yang toxic, maka cara menghadapinya yaitu coba pahami terlebih dahulu permasalahan yang kamu hadapi dan ketahui bahwa kamu bukanlah pihak yang melakukan kesalahan. Tetapkan batasan sampai mana kamu mau bertindak.

Terkadang, orang tersebut bisa saja menunjukkan ledakan kemarahan atau melakukan hal lain untuk memanipulasi keadaan. Coba tawarkan solusi yang terbaik untuk mengatasi masalah tersebut tanpa harus meletakkan seluruh kesalahan pada diri kamu sendiri. Kurangi juga keterlibatan kamu dalam kehidupannya, terutama ketika mereka sendiri yang sedang dilanda masalah. Mungkin ada dorongan untuk membantu dan memberikan nasihat, tapi ini bisa jadi hal yang sia-sia mengingat kepribadian mereka.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru