16 Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Saraf Kejepit

Resa Azzahra 0 Komentar

Para penderita saraf kejepit perlu di perhatikan makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Karena hal ini bisa membantu proses penyembuhan.

Indiffs – Para penderita saraf kejepit perlu di perhatikan makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Karena ada jenis makanan yang tentunya bisa saja memperparah rasa nyeri yang dialami. Pantang syaraf kejepit sangat penting untuk dilakukan. Karena hal ini bisa membantu proses penyembuhan.

Saraf kejepit yang dikenal dengan hernia nukleus pulposus (HNP) merupakan kondisi yang tidak dapat disepelekan. Hal ini terjadi saat bantalan lembut dari jaringan yang ada di antara tulang belakang pendorong keluar.

Syaraf kejepit merupakan kondisi kerusakan tertentu pada syaraf atau sekelompok syaraf. Hal ini disebabkan ketika cakram, tulang, atau otot meningkatkan tekanan pada syaraf.

Kondisi ini dapat menyebabkan sindrom terowongan karpal, gejala linu panggul (syaraf terjepit tidak dapat menyebabkan herniasi diskus, tetapi diskus herniasi dapat mencubit akar syaraf), dan kondisi lainnya.

Akibatnya, saraf kejepit dapat menimbulkan rasa nyeri dan beberapa gejala lain seperti mati rasa, kelemahan pada anggota tubuh yang terkena. Apabila kamu terdiagnosis kondisi tersebut, ada beberapa pantangan yang harus kamu patuhi, agar proses pemulihan dapat berjalan secara lancar.

Yuk simak, apa saja makanan pantangan syaraf kejepit? Simak berikut ini:

1. Minyak Sayur

Sebaiknya gunakan minyak sayur dalam jumlah sedikit dan minyak zaitun adalah salah satu minyak yang paling baik, karena mengandung lemak monounsaturated. Pasalnya, sebagian besar sayuran mengandung asam lemak omega 6 yang tinggi. Asam lemak sebenarnya tidak terlalu buruk. Akan tetap bila asam lemak omega 6 lebih tunggi dari asam lemak omega 3, akan mengakibatkan respons peradangan.

2. Makanan yang Mengandung Gluten

Yang alergi terhadap gluten atau hidup atau mengalami syaraf kejepit sebaiknya menghindari yang mengandung gandum, seperti kue atau tepung roti. Karena Gluten adalah nama umum untuk protein yang ditemukan dalam gandum, barley dan rye. Ini seperti lem yang membantu makanan mempertahankan bentuknya. Masalahnya, banyak yang tidak sadar kalau memiliki alergi terhadap bahan makanan ini.

3. Daging Olahan

Makanan yang mengandung garam tinggi akan memberikan efek buruk bagi tubuh. Bukan hanya syaraf kejepit, tetapi juga meningkatkan tekanan darah tinggi. Salah satunya daging olahan yang memiliki kandungan nitrit yang tinggi menjadi hal utama yang membuat makanan yang satu ini wajib untuk di hidari.

4. Daging Kambing

Sebaiknya pilih jenis daging lainnya daripada harus menyantap jenis makanan ini banyak-banyak. Karena daging kambing mengandung kolesterol yang tinggi dan menaikkan tekanan darah. Sehingga jika cedera saraf ditambah memiliki potensi darah tinggi sebaiknya hindari makan daging kambing. Karena jika tekanan darah meningkat maka pembuluh darah di area saraf yang terjepit bisa pecah dan mengakibatkan bahaya seperti gejala stroke atau kelumpuhan. Jika tidak ingin hal tersebut terjadi sebaiknya hindari makan makanan tersebut.

5. Kacang Panjang dan Kangkung

Sayuran yang sebaiknya dihindari adalah kacang panjang dan kangkung. Karena sayuran ini banyak mengandung purin yang cukup tinggi dan berpotensi menghasilkan asam urat pada saraf. Sebaiknya ganti dengan lalapan labu, tomat, sop ayam yang memakai daging ayam yang lebih sehat. Selain membantu pencernaan juga baik untuk kesehatan organ tubuh lainnya seperti mata dan kesehatan saraf. Dengan memilih jenis sayuran yang tepat maka terapi syaraf kejepit di pinggang dan cedera saraf lainnya dapat segera diatasi.

6. Daun Singkong

Seperti halnya sayuran kangkung dan kacang panjang, daun singkong rupanya juga kurang baik untuk kesehatan sistem saraf. Karena itu konsumsi sayuran ini sebaiknya dibatasi misalnya hanya sekali seminggu. Sehingga saraf yang cedera tidak makin parah dan tidak meradang lebih berat.

7. Ikan Sarden

Walau tergolong ikan laut namun ikan sarden Namun sebaiknya, Hati-hati saat makan ikan sarden. Karena tidak baik untuk kondisi saraf dan berisiko tinggi mendatangkan asam urat. Sebaiknya konsumsi ikan lain yang lebih aman atau pilih ikan air tawar seperti ikan lele maupun gurame

8. Kepiting dan udang

Hewan laut bercangkang dan berbuju yang kaya akan kandungan purin yang sangat tinggi di dalamnya. Karena itu berisiko menambah parah pada kondisi saraf yang mengalami cedera. Oleh sebab itu sebaiknya hindari memakan kepiting dalam porsi berlebih. Usahakan untuk memakannya sesekali saja, namun disarankan untuk dihindari jika sedang cedera saraf supaya penumpukan asam tidak terjadi dan memperparah radang pada saraf. Dengan menghindari makanan yang beresiko, maka kondisi saraf yang cedera dapat segera pulih.

Sebaiknya, ganti dengan makanan lain yang lebih sehat dan usahakan perbanyak konsumsi makanan yang kaya vitamin B. Sehingga kondisi kesehatan saraf makin membaik dan cedera terjepit dapat segera diatasi dengan maksimal.

9. Kulit Ayam

Bagi pengemar kulit ayam, jika kamu memiliki riwayat syaraf kejepit sebaiknya hindari makanan ini secara berlebih. Pilihlah bagian yang banyak mengandung daging terutama pada bagian dada. Karena kulit ayam memiliki kandungan lemak yang tinggi dan dapat mengakibatkan obesitas serta stroke ringan jika terus dikonsumsi secara berlebih.

10. Otak

Hindari makan berbagai macam jenis otak hewan. Makanan ini baik dan kaya nutrisi untuk bayi dan balita, namun tidak bagi orang dengan usia lanjut. Tingkat asam urat serta kolesterol yang tinggi dapat berbahaya bagi peredaran darah terutama di area saraf terjepit. Bisa-bisa kondisi saraf makin parah dan tidak semakin sembuh. Ganti dengan makanan yang bergizi tinggi namun lebih baik seperti misalnya ikan bakar yang rendah lemak namun kaya protein. Misalnya ikan laut yang tidak berlemak seperti baronang atau ikan kue.

11. Jeroan

Makanan yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi adalah jeroan. Baik dalam bentuk hati, ginjal ataupun empedu pada hewan sapi maupun ayam. Karena jeroan mengandung asam urat yang sangat berbahaya dan kolesterol tinggi yang menghambat peredaran darah. Sebaiknya hentikan makan jenis makanan ini jika usia sudah bertambah tua dan terutama jika sering mengalami sakit pinggang. Ganti dengan makanan lain yang lebih sehat dan tidak mengandung lemak ataupun asam.

12. Buncis

Salah satu makanan yang berbahaya yaitu buncis, karena buncis mengandung purin yang tinggi pada sistem saraf. Hal ini hanya memperparah penyakit saraf termasuk pada kondisi saraf yang terjepit. Oleh sebab itu sebaiknya hindari makan buncis berlebihan dan batasi makanan ini hanya sekali dalam seminggu dalam porsi cukup tidak berlebihan. Sebagai gantinya konsumsi makanan berupa lalapan yang lebih sehat dan bebas purin.

13. Mentega

Moms juga sebaiknya menghindari makanan yang mengandung lemak trans, seperti mentega. Makanan pantangan syaraf kejepit ini memiliki banyak kalori per gram daripada nutrisi lain,

Seperti yang diketahui, kelebihan kalori dapat menyebabkan penambahan berat badan yang memperburuk dan meningkatkan peradangan, dan dengan asosiasi, rasa saki.

14. Pemanis Buatan

Sudah bukan rahasia lagi kalau gula buatan tidak baik untuk kesehatan. Bahkan, ini juga masuk dalam daftar makanan pantangan syaraf kejepit. Gula mungkin enak untuk dimakan, tetapi mereka menawarkan sedikit nutrisi. Moms yang ingin mengkonsumsi makanan manis bisa menggantinya dengan buah atau sayuran.

Walaupun tidak seenak pemanis buatan, tetapi baik untuk kesehatan. Sebaiknya, ganti pemanis dengan madu agar lebih sehat ya.

15. Produk Susu

Susu dan produk susu lainnya sering disebut-sebut sebagai bagian dari diet sehat, akan tetapi produk susu dapat mencetuskan peradangan. Selain itu banyak orang mengalami intoleransi laktosa, yang menyebabkan mereka kesulitan mencerna produk susu.

16. Jagung yang diproses dan Makanan Zat Kimia

Jagung adalah makanan yang sehat, tetapi bila sudah mengalami pemrosesan, jagung menjadi tidak sehat. Jagung yang telah diproses dapat menyebabkan kenaikan insulin dan respons peradangan. Makanan yang banyak mengandung pewarna, perasa tambahan dan pengawet dapat mencetuskan peradangan karena tidak dikenali oleh tubuh.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru