Catat! Inilah Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid, Apa Saja?

Hani Hnsa 0 Komentar

Profesor John Guillebaud, berpendapat bahwa, rasa sakit perut saat haid hampir sama buruknya dengan serangan jantung.

Indiffs – Apakah kamu termasuk yang selalu merasakan sakit perut ketika haid datang setiap bulannya dan ingin tahu cara mengatasi sakit perut saat haid? Jika, ya, maka kamu tidak sendirian! Banyak sekali perempuan lain yang juga mengalami sakit perut saat haid.

John Guillebaud, Profesor Kesehatan Reproduksi di Universitas College London bahkan berpendapat bahwa, rasa sakit perut saat haid hampir sama buruknya dengan serangan jantung.

Ketika kamu tidak bisa menghindari rasa sakit perut saat menstruasi, ada beberapa cara mengatasi sakit perut saat haid. Apa saja cara mengatasi sakit perut saat haid? berikut daftarnya!

Kompres Air Hangat

Menerapkan panas ke area perut mampu meredakan nyeri yang kamu rasakan. Kamu bisa mengisi air hangat kedalam botol atau bantal pemanas untuk ditempelkan ke bagian perut. Panas yang dihantarkan ke perut dapat mengendurkan otot dan meredakan kram.

Selain itu, panas membantu otot rahim dan organ di sekitarnya rileks yang otomatis meredakan kram dan ketidaknyamanan. Kamu juga dapat menempatkan bantal pemanas di punggung bawah untuk menghilangkan sakit punggung. Cara lainnya, kamu bisa berendam dalam air hangat yang membantu mengendurkan otot-otot di perut, punggung, dan kaki.

Mengoleskan Minyak Esensial

Penelitian yang diterbitkan dalam National Center for Biotechnology Information membandingkan pereda nyeri haid setelah mendapat pijat perut pada dua kelompok siswa perempuan. Satu kelompok mendapat pijatan menggunakan minyak almond, sedangkan kelompok lain mendapat pijatan menggunakan campuran minyak esensial yang terdiri dari kayu manis, cengkeh, lavender, dan mawar dalam basis minyak almond.

Para peneliti menemukan bahwa kelompok yang menggunakan minyak esensial merasa lebih lega dari kram menstruasi daripada kelompok yang hanya menggunakan minyak pembawa. Jika kamu ingin mencobanya, kamu bisa menambahkan beberapa tetes setidaknya satu dari minyak esensial ini ke minyak pembawa untuk memijat perut.

Mengubah Pola Makan

Melakukan beberapa perubahan dalam pola makan dapat mengurangi kram menstruasi. Mengonsumsi makanan kaya asam lemak omega-3, buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, protein tanpa lemak dan biji-bijian membantu tubuh tetap sehat.

Jangan lupa pula untuk memenuhi asupan cairan dengan minum air putih, kaldu dari sup atau teh herbal agar tubuh tetap terhidrasi. Alasannya, dehidrasi nyatanya menjadi penyebab umum terjadinya kram otot.

Kamu juga perlu mengurangi asupan garam karena dapat menyebabkan kembung dan retensi cairan. Selain garam, kamu sebaiknya menghindari minuman maupun makanan yang mengandung kafein karena dapat meningkatkan efek dehidrasi.

Olahraga Ringan

Kamu mungkin lebih ingin bermalas-malasan di tempat tidur saat sedang haid. Namun, olahraga ringan sebenarnya bisa jadi cara sehat untuk menghilangkan nyeri haid.

Berolahraga membuat peredaran darah kamu lebih lancar. Selain itu, hormon endorfin yang dihasilkan sebagai pereda nyeri alami dapat membantu mengurangi efek hormon prostaglandin. Prostaglandin adalah hormon yang membuat rahim berkontraksi dan menyebabkan kram.

Olahraga membantu mengendurkan otot serta meningkatkan suplai darah ke panggul. Tidak hanya meredakan nyeri, olahraga juga membantu memperbaiki suasana hati (mood) yang tak karuan saat haid. Ada banyak pilihan olahraga yang aman dan kamu bisa lakukan saat haid. Misalnya jogging ringan atau senam aerobik. Olahragalah secara teratur, dari sebelum dan selama haid.

Minum Air Putih

Air putih pun ternyata juga dapat menjadi cara mengatasi sakit perut saat haid, lho. Air putih hangat biasanya lebih baik untuk mengatasi kram, karena cairan hangat meningkatkan kelancaran peredaran darah ke kulit dan membantu merelaksasikan otot yang kram.

“Kamu pun dapat meminum sesuatu yang hangat, seperti air putih panas atau teh hangat untuk membantu merilekskan otot-otot secara internal,” ujar Sherry Ross, MD, ahli kesehatan wanita dan pengarang of She-ology: The Definitive Guide to Women’s Intimate Health. Period.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru