Imposter Syndrome: Tanda, Penyebab dan Cara Menghadapinya

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Inilah dia kondisi psikologis Imposter Syndrome, yang dimana sering ragu dan khawatir terhadap pencapaian kesuksesan dirinya sendiri.

INDIFFS.COM – Mungkin kamu termasuk orang yang pernah merasakan tidak percaya diri? Jika pernah, perlu diketahui berarti kamu terkena Imposter Syndrome. Istilah ini pertama kali digunakan oleh seorang psikolog Suzanna Imes dan Pauline Rose Clance pada tahun 1970-an.

Namun siapa sangka, ternyata istilah ini merupakan kondisi psikologis, tapi tidak termasuk dalam gangguan mental. Ya, bisa dikatakan bahwa seseorang yang mengidap kondisi psikologis ini cenderung tidak tampil percaya diri atau ragu terhadap pencapaian nya.

Meskipun menjadi salah satu gangguan yang tidak banyak diketahui oleh orang, istilah ini perlu bahkan penting untuk diketahui. Lantas, apa sebenarnya itu Imposter Syndrome, tanda, penyebab dan bagaimana cara menghadapinya? Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut, berikut akan kami bahas di bawah ini!

Apa Itu Imposter Syndrome?

Imposter Syndrome atau sindrom imposter, merupakan kondisi psikologis yang dimana ketika seseorang akan merasa tidak pantas meraih kesuksesan yang dicapainya.

Biasanya orang yang mengalami kondisi ini akan merasa bahwa dirinya tidak secerdas, sekreatif, atau berbakat seperti yang terlihat dan diketahui orang lain. Ia justru merasa setiap pencapaian yang diraihnya hanya disebabkan oleh kebetulan atau keberuntungan semata.

Bahkan perasaan ini biasanya juga diikuti dengan ketakutan bahwa suatu saat nanti jati dirinya yang asli akan terungkap dan ia akan dianggap sebagai penipu oleh orang-orang di sekitarnya. Maka tak heran, istilah ini sering dikenal dengan “sindrom penipu”.

Tanda-Tanda Imposter Syndrome

Ada beberapa tanda jika seseorang mengalami kondisi psikologis yang satu ini. Karena memang sindrom unik ini biasanya terjadi pada orang-orang ambisius dengan standar kesuksesan yang cukup tinggi.

Adapun beberapa tanda diantaranya ialah sebagai berikut:

  • Sering meragukan kemampuan diri sendiri
  • Sering mengaitkan kesuksesan dan pencapaian dengan faktor eksternal
  • Tidak mampu menilai kompetensi dan keterampilan diri secara objektif
  • Merasa takut akan gagal suatu hari nanti
  • Merasa kecewa hingga frustrasi ketika tidak mampu memenuhi standar yang ditetapkan sendiri
  • Takut tidak sesuai ekspetasi
  • Menilai negatif kesuksesan sendiri

Penyebab Imposter Syndrome

Terdapat beberapa penyebab utama munculnya Imposter Syndrome. Diantaranya berikut menurut Clance dan Imes, yang dikutip dari parapuan:

1. Pola Asuh Keluarga

Seseorang yang memiliki sindrom ini, biasanya terlahir dari keluarga yang mengutamakan prestasi dan pencapaian. Dimana mereka dididik untuk mencapai target, menjadi sukses, dan harus sempurna.

2. Lingkungan yang Kompetitif

Penyebab selanjutnya ialah karena lingkungan yang kompetitif. Pasalnya setiap lingkungan juga memiliki definisi kesuksesan yang berbeda. Sindrom ini akan muncul dalam diri karena adanya tuntutan untuk memenuhi definisi ‘sukses’ menurut budaya atau lingkungan tertentu.

3. Sifat Perfeksionis

Memang setiap orang terlahir dengan karakter berbeda-beda. Namun, seseorang yang memiliki kondisi ini biasanya memiliki karakter perfeksionis yang menginginkan segalanya harus sempurna.

Bahkan tanpa sadar, target yang mereka buat menyebabkan tekanan pada diri sendiri. Apabila ia tidak berhasil dalam mencapai target yang telah ditetapkan, tak jarang mereka kecewa pada diri sendiri dan mengalami gangguan kecemasan terus menerus.

4. Merasa Tidak Puas Dengan Diri Sendiri

Penyebab selanjutnya ialah karena seseorang yang mengalami kondisi ini sering kali merasa tidak puas atas pencapaian diri sendirinya. Tentunya hal ini akan menyebabkannya merasa sedih dan dan merasa tidak mampu mencapai prestasi. Bahkan ia cenderung sering membandingkan dirinya dengan orang lain.

Cara Menghadapi Imposter Syndrome

Tentunya bagi orang-orang yang memiliki kondisi psikologis yang satu ini cenderung menjadi penghambat segalanya, terutama dalam pengembangan dirinya. Untuk itu, kondisi yang seperti ini bagaimanapun juga harus di atasi dan dihadapi agar tidak menjadi penghambat.

1. Kenali Diri Sendiri

Cara pertama yang harus dilakukan untuk menghadapi kondisi psikologis ini ialah dengan menyadari dan mengakui apa yang dirasakan.

Untuk itu, bisa dimulai dengan menuliskan perasaan melalui buku catatan, dan cobalah untuk mencatat semua keraguan yang dirasakan secara spesifik beserta alasan nya. Tentu hal ini bisa menjadi solusi agar mampu mengenali diri sendiri.

2. Berbagi Cerita

Salah satu yang menjadi penyebab ialah karena adanya keraguan dalam diri. Untuk itu rasa ragu ini bisa dihilangkan dengan mencoba berbagi cerita dengan teman terdekat. Hal ini dilakukan agar  mendapatkan sudut pandang yang berbeda terhadap masalah.

Jangan jadikan masalah sebagai tantangan tersendiri, namun cobalah bantu dengan berbagi cerita. Pasalnya bercerita bisa membantu menemukan ide, solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah.

3. Lawan Pikiran Negatif

Tak jarang seseorang yang mengalami kondisi psikologis yang satu ini sering berpikiran negatif terhadap sesuatu hal. Untuk itu cobalah lawan pikiran tersebut dengan positive self-talk. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk menetralkan pikiran-pikiran negatif yang mengganggu pikiran seseorang selama ini.

4. Berikan Penghargaan Pada Diri Sendiri

Kerap kali menjadi salah satu penyebab sindrom ini muncul karena sering membandingkan diri dan merasa tidak puas terhadap diri sendiri. Untuk itu, cobalah berikan penghargaan pada diri sendiri. Tanyakan pada diri sendiri mengenai hal-hal yang akan membuat kamu unggul dalam bidang tertentu. Berilah penghargaan atas diri sendiri tanpa harus membandingkan dengan orang lain.

Itulah penjelasan seputar Imposter Syndrome kondisi psikologis yang sering ditemui oleh orang-orang pada umumnya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru