Quarter Life Crisis: Arti, Penyebab, Gejala dan Cara Menghadapi

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Berikut penjelasan seputar Quarter Life Crisis yang sering terjadi pada seseorang remajayang biasanya berusia 20 tahunan. Simak penjelasannya

INDIFFS.COM – Belakangan ini, istilah quarter life crisis sering menjadi bahan pembicaraan khalayak orang terutama di media sosial. Bahkan, istilah tersebut juga sering dikaitkan dengan seseorang yang telah berusia 18 atau 20 tahunan.

Karena saat menginjak usia tersebut, seseorang telah beralih dari remaja menuju dewasa. Tentunya diusia tersebut sering muncul ekspektasi yang lebih tinggi bahkan tanggung jawab yang dibebankan terasa lebih berat dari usia sebelumnya.

Pasalnya, hidup di usia 20-an merupakan fase hidup yang mempunyai tantangannya sendiri. Biasanya seseorang yang ada dalam fase ini akan mengalami kondisi krisis emosional yang melibatkan perasaan. Diantaranya seperti depresi, frustrasi, terjebak dalam kecemasan yang tidak berujung, tidak bahagia, bingung, ketakutan dan merasa sulit untuk keluar dari emosi-emosi tersebut.

Namun nyatanya banyak orang yang tidak mengetahui apa itu sebenarnya quater life crisis, untuk itu simak artikel di bawah ini!

Apa Itu Quater Life Crisis?

Jika di artikan dalam bahasa Indonesia istilah tersebut memiliki arti krisis seperempat abad. Dimana masa-masa krisis emosional tersebut terjadi saat memasuki usia 20 hingga 30 tahun.

Tentunya krisis emosional ini sering merasakan ragu-ragu akan masa depan dan kualitas hidup dalam berbagai bidang. Bidang tersebut di antaranya pekerjaan, asmara, hubungan dengan orang lain, hingga keuangan.

Sebenarnya Quarter Life Crisis atau (QLC) merupakan hal yang lumrah. Bahkan ada sebuah survei menyatakan bahwa 75 persen orang berusia 25-33 tahun mengaku pernah mengalami kondisi ini. Meskipun menjadi hal yang lumrah, bukan berarti kamu harus pasrah saat berada difase tersebut.

Singkatnya Quarter-life crisis ialah suatu periode ketidakpastian dan pencarian jati diri yang dialami individu pada saat mencapai usia pertengahan 20 hingga awal 30 tahun. Pada periode ini, seseorang akan dihantui perasaan takut dan khawatir terhadap masa depannya, termasuk dalam hal karier, relasi, dan kehidupan sosial.

Penyebab Quarter Life Crisis

Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini, diantaranya:

  1. Mengalami masalah pekerjaan atau finansial.
  2. Merencanakan karier dan masa depan.
  3. Menjalani hidup mandiri untuk pertama kalinya.
  4. Menjalani hubungan romantis yang serius untuk pertama kalinya.
  5. Mengalami putus cinta setelah menjalani hubungan yang serius sekian lama.
  6. Melihat teman sebaya sudah mencapai impiannya lebih dulu.
  7. Membuat keputusan pribadi atau profesional yang akan bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Gejala Quarter Life Crisis

Berikut ada beberapa hal yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang mengalami quarter life crisis, diantaranya:

  1. Perilaku impulsif.
  2. Merasa “terjebak” dan membutuhkan perubahan.
  3. Hubungan yang ber-fluktuasi dan ketidakmampuan untuk berkomitmen.
  4. Sulit mengambil keputusan.
  5. Merasa ter-isolasi dan kesepian.
  6. Merasa kehilangan arah.
  7. Cemas dan depresi.
  8. Insecure.
  9. Merasa kehabisan waktu.

Cara Menghadapi Quarter Life Crisis

Ada beberapa cara yang harus dilakukan agar bisa menghadapi dan melewati fase yang kerap muncul pada kaum muda millennial ini.

Kenali Diri

Ketika tidak mengetahui tentang dirimu sendiri, kamu mungkin akan menemui banyak kesulitan saat memetakan apa yang harus dilakukan. Untuk itu, temukan jati diri dan kenali dirimu.

Halnya seperti apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan, apa kelebihan serta kekuranganmu. Jadikanlah hal tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk menjalani hidup.

Berhenti Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Hidup bukanlah sebuah lomba, apalagi jika di lihat dari materi, karena setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan itu, cobalah untuk berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

Mengingat bahwa hal yang kamu lihat dari temanmu melalui media sosial, bisa jadi hanya sebagian dari cerita utuhnya yang tak sepenuhnya indah.

Lakukan Hal Yang Membuatmu Nyaman

Jika seseorang telah memasuki fase ini, pasti akan menguras segala emosi. Dengan itu cobalah untuk melakukan hal-hal yang bisa meningkatkan mood, dan baca-baca inspirasi supaya bisa menambah motivasi dan semangat hidup.

Jangan untuk memaksa diri melakukan hal yang sekiranya tidak akan membuat kamu nyaman. Karena pasalnya hal yang paling dibutuhkan di fase ini ialah ketenangan dan kenyamanan.

Buat Rencana dan Lakukan

Apabila telah memahami apa yang kamu inginkan, kamu bisa menetapkan tujuan, lalu menyusun rencana masa depan. Tentunya rencana ini sangat penting agar kamu bisa mengetahui langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan.

Jangan Berdiam Diri

Ketika kamu berada di fase ini ada baiknya untuk menghindari diam diri, melamun, atau merenungi nasib di rumah. Pasalnya hal tersebut tidak akan mengubah apapun yang terjadi. Untuk itu, cobalah melakukan kegiatan yang produktif dan mengembangkan kemampuan untuk membuat dirimu jauh lebih baik.

Itulah penjelasan seputar Quarter Life Crisis yang sering terjadi pada seseorang yang akan bertumbuh dari fase remaja menuju dewasa. Tentunya menghadapi fase ini bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan jati diri untuk bisa melewatinya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru