Awas! Ada Pahala dan Dosa di Ramadhan yang Dilipatgandakan

Admin 0 Komentar

Simak penjelasan dan dalil mengenai pahala dan dosa maksiat yang akan dilipatgandakan di bulan suci Ramadhan.

INDIFFS.COM – Hendaknya kita berhati-hati apabila melakukan dosa dan maksiat di bulan Ramadhan yang merupakan bulan yang mulia. Karena melakukan dosa dan maksiat di bulan Ramadhan juga dilipatgandakan sebagaimana pahala yang dilipatgandakan di bulan Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan diturukannya Al-Quran, sebagai panduan untuk umat manusia. Selain itu, untuk tanda yang jelas untuk bimbingan dan penilaian antara benar dan salah.

Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Keistimewaan yang ada pada bulan Ramadhan lainnya adalah setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan. Maka Allah akan melipat gandakan pahalanya.

Allah Ta’ala menyediakan Ramadhan sebagai fasilitas penghapusan dosa yang dilakukan pada bulan sebelumnya selama kita menjauhi dosa besar. Keistimewaan bulan Ramadhan memang tidak bisa dihitung banyaknya, mulai dari dilipatgandakannya pahala, hingga dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.

Namun tak hanya itu, Allah juga melipatgandakan dosa dalam setiap maksiat yang dilakukan di bulan suci ini.

Penjelasan

Berdasarkan surat Al-Anam 160 dapat dipahami secara umum bahwa seseorang yang melakukan amal baik akan mendapat pahala berlipat ganda. Sedangkan yang berbuat jahat tidak akan diberi balasan melainkan seimbang dengan kejahatannya.

Sementara Ibnu Masud dan Ibnu Abbas berpendapat pelipat gandaan dosa dilihat dari kualitasnya bukan dari kuantitas. Sebab itu terdapat keterangan dalam hadits bahwa tidak ada dosa kecil yang terus menerus dikerjakan tetap dosa kecil, atau akan menjadi dosa besar. Sedangkan, tidak ada dosa besar yang abadi bila diiringi istighfar maka akan terhapus.

Selain itu, Ustaz Syam Emarusy juga pernah menjelaskan bahwa dosa di bulan Ramadhan juga dilipatgandakan. Mengutip nasihat dari Ustaz Syam Emarusy dalam Islam itu Indah, berikut penjelasannya:

Kebaikan yang kita dapatkan di bulan suci Ramadan, di waktu-waktu yang mulia, di tempat-tempat mulia, salah satu waktu mulia adalah bulan suci Ramadan. Ada satu malam di bulan suci Ramadan, lebih mulia, lebih baik dibandingkan dari 1000 bulan, yakni malam Lailatul Qadar. Maka di dalamnya akan dilipatgandakan pahala seseorang.

Apanya yang dilipatgandakan? Maka yang dilipatgandakan adalah quantity dan quality-nya, kuantitas dan kualitasnya. Pahala itu yang dilipatgandakan kuantitas dan kualitasnya.

Apa yang dimaksud dengan kuantitasnya berlipat ganda? 1 kali orang bersedekah bernilai 10 kali bersedekah. Orang salat sunnah, bernilai salat fardu berarti kuantitasnya bertambah. Dan, juga pahalanya pun double, bertambah berarti kualitasnya bertambah.

Bagaimana dengan dosa? Bagaimana jikalau perlakuan buruk dilakukan di bulan-bulan haram atau Ramadan atau di tempat mulia? Maka dosanya pun akan dilipatgandakan tapi hanya kualitasnya saja.

Misalnya, dia berbohong satu kali, maka dosanya lebih banyak dibandingkan dia berbohong di luar bulan suci Ramadan. Tapi tetap bernilai satu kali bohong.

Karena Allah mengatakan dalam Al Quran:

Man jaa-a bil hasanati falahu ‘asyru amtsaalihaa waman jaa-a bissai-yi-ati falaa yujza ilaa mitslahaa wahum laa yuzhlamuun(a).

Siapa yang berbuat kebaikan maka baginya 10 kali lipat. Siapa yang berbuat keburukan maka dinilai setimpal dengan apa yang dilakukannya.

Cuma ada bahayanya melakukan keburukan di bulan Ramadan. Kenapa? Dosanya lebih besar. Satu, karena meremehkan bulan suci, dia melakukan sesuatu yang buruk di bulan suci Ramadan. Preman saja orang yang mungkin nggak pernah salat di luar bulan Ramadan biasanya bulan Ramadan pada salat. Mungkin dia melakukan keburukan, kemaksiatan di luar bulan Ramadan, di bulan Ramadan saja takut. Kalau mereka berani melakukan keburukan di bulan Ramadan berarti mereka meremehkan bulan suci Ramadan, maka dosanya semakin banyak bukan karena melakukan dosa, tapi karena ia meremehkan bulan suci. Sehingga dinilai dosanya berlipat ganda.

Namun, kalau pahala beda bukan hanya pahalanya yang berlipat ganda, tapi nilai daripada ibadahnya berlipat ganda. Sekali salat sunnah bernilai salat fardu. Sekali salat fardu bernilai 70 kali salat fardu di bulan yang lainnya. Kualitas dan kuantitasnya bertambah. Kalau dosa yang bertambah hanyalah nilai dosanya, tapi dinilai satu dosa tadi.

Momentum pada bulan Ramadhan untuk meraih kebaikan terkadang masih dianggap sepele oleh banyak orang. Dalam keadaan seperti ini, penting kiranya untuk merenungkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ummi Hani’ binti Abi Thalib dan dicatat oleh Imam at-Thabrani dalam kitab Mu’jamus Shagir:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إِنَّ أُمَّتِيْ لَمْ يَخِزُّوْا مَا أَقَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ). قِيْلَ يَا رَسُوْلَ الله وَمَا خَزِيُهُمْ فِي إِضَاعَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ؟ قال: (اِنْتِهَاكُ الْمَحَارِمِ فِيْهِ مِنْ زِنَا فِيْهِ أَوْ شَرِبَ فِيْهِ خَمْرًا لَعَنَهُ اللهًُ وَمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ إِلَى مِثْلِهِ مِنَ الْحَوْلِ فَإِنْ مَاتَ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُ رَمَضَانُ لَمْ تَبْقَى لَهُ عِنْدَ اللهِ حَسَنَةٌ يتقي بها النار فَاتَّقُوا شَهْرَ رَمَضَانَ فَإِنَّ الْحَسَنَاتِ تُضَاعَفُ فِيهِ مَا لَا تُضَاعَفُ فِيْمَا سِوَاهُ وَكَذَلِكَ السَّيِّئَاتُ).

Artinya : “Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya umatku tidak akan terhina, selama mereka mendirikan bulan Ramadhan. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, apa bentuk kehinaan mereka dalam menyia-nyiakan bulan Ramadhan? Rasulullah menjawab: Pelanggaran terhadap hal-hal yang haram pada bulan Ramadhan, seperti zina atau minum khamar. Allah dan para malaikat melaknatnya hingga tahun berikutnya. Jika ia meninggal sebelum bulan Ramadhan berikutnya, maka ia tidak mempunyai kebaikan apa pun di sisi Allah yang bisa menyelamatkannya dari neraka. Oleh sebab itu, berhati-hatilah terhadap bulan Ramadhan, karena pahala kebaikan demikian juga ganjaran kejelekan akan dilipat gandakan“. (Imam at-Thabrani, Al-Mu’jamus Shagir, juz II, halaman: 16).

Dalam hadits di atas memberikan penjelasan bahwa begitu mulia dan besarnya nilai ibadah yang ada pada bulan Ramadhan. Kebaikan dan keburukan apapun yang dikerjakan pada bulan suci ini, pahala atau dosa di bulan Ramadhan akan menjadi berlipat ganda.

Rasulullah SAW berpesan untuk sangat berhati-hati pada bulan suci ini. Karena sekecil apapun kesalahan yang dilakukan pada bulan Ramadhan akan tetap mengungguli bulan yang lain perihal dosanya.

Demikian penjelasan terkait pahala dan dosa dilipatgandakan saat bulan Ramadhan. Semoga Ramadhan dapat meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah pada Dzat Yang Maha Kuasa serta menjauhi larangan-Nya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru